Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pensiunan PNS di Pupuan Tewas Bersimbah Darah

11 Januari 2019, 19: 22: 36 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pensiunan PNS di Pupuan Tewas Bersimbah Darah

ULAH PATI : Kondisi korban saat ditemukan sudah tak bernyawa, Jumat (11/1). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Seorang pensiunan PNS asal Banjar Suradadi, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan, ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah dirumahnya Jumat dini hari (11/1) sekitar pukul 00.15 Wita. Belakangan diketahui, pria bernama Nengah Sedana, 62, itu nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara menyayat urat nadinya dengan sebilah pisau.

Peristiwa yang sempat menggegerkan masyarakat setempat itu bermula ketika pada hari Kamis malam (10/1) sekitar pukul 22.00 Wita, korban bersama istri korban Ni Nyoman Depen, 60, hendak tidur. Sayangnya karena beberapa hari yang lalu korban sempat terjatuh, korban pun tidak bisa tidur dengan berbaring di kasur sehingga harus tidur di atas kursi.

Sebelum tidur, korban juga sempat meminta kepada istrinya untuk diambilkan pisau yang akan digunakan untuk meraut kayu. Kayu itu akan digunakan sebagai tongkat oleh korban. Selanjutnya korban meminta agar pisau itu diletakkan pada tempat tidurnya, hanya saja ditolak oleh sang istri dan pisau itu pun diletakkan di atas meja di ruang tamunya, kemudian istri korban tidur.

Setelah beberapa saat, sekitar pukul 23.10 Wita, istri korban terbangun dan melihat korban sudah tidak ada di dalam kamar. Kemudian istri korban mengecek ke ruang tamu dan alangkah terkejutnya istri korban saat mendapati sang suami sudah dalam keadaan bersimbah darah dengan posisi duduk di atas kursi. Istri korban pun berteriak meminta tolong yang kemudian didengar oleh tetangga korban selanjutnya membantu mengecek kondisi korban. Saat dicek korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia. Hal itu pun lantas dilaporkan ke Polsek Pupuan.

Kapolsek Pupuan, AKP IB Mahendra membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi duduk tertunduk diatas kursi dengan tangan kanan masih memegang sebilah pisau yang diduga digunakan untuk menyayat urat nadinya. “Pada siku kiri ditemukan luka sayat yang mengenai urat nadinya, sehingga korban kehabisan darah,” tegasnya.

Dirinya menambahkan setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi serta keluarga korban, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami gagal ginjal yang sudah diderita sejak 4 tahun yang lalu dan rutin melakukan cuci darah.

“Korban diduga putus asa setelah menderita gagal ginjal sejak 4 tahun lalu, dan sampai sekarang rutin cuci darah,” pungkasnya. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia