Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tiga Pencuri Bermodus Gembos Ban Diadili

12 Januari 2019, 07: 25: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tiga Pencuri Bermodus Gembos Ban Diadili

DIDAKWA : Tiga terdakwa kasus pencurian dengan modus gembos ban, Muhamad Abdul Musori alias Sori, Seneri alias Neri, dan Rizal alias Imam, usai menjalani sidang pertamanya. (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tiga orang terdakwa pencurian dengan modus gembos ban yang beraksi di seputaran Denpasar akhirnya diseret ke kursi pesakitan. Mereka terdiri dari Muhamad Abdul Musori alias Sori,26; Seneri alias Neri,35; Rizal alias Imam,33. Mereka mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar sejak Jumat kemarin (11/1).

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Hakim I Wayan Kawisada, komplotan ini menjalani sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Surat dakwaan mereka dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Badung, I Nyoman Triarta Kurniawan.

Sesuai surat dakwaan tersebut, mereka didakwa melakukan pencurian dengan ancaman hukuman sesuai Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP.

Jaksa juga menguraikan awal mula perkara yang membuat ketiga terdakwa ditangkap dan kini diadili. Jaksa Triarta menyebutkan, aksi gembos ban itu terjadi pada 23 Mei 2018. Seharusnya ada empat orang yang mesti diadili. Namun satu orang lagi yang disebut-sebut bernama Doel belum tertangkap. Sampai kini Doel masih diburu.

Aksi jambret itu sendiri mereka mulai dengan mempersiapkan dua unit motor. Setelah semuanya siap, para terdakwa kemudian mencari mangsa. Mereka incar warga negara asing (WNA).

Singkat cerita, saat melintas di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Sori yang membonceng Neri dengan menggunakan sepeda motor Vario melihat mobil Suzuki Karimun abu-abu. Mobil itu dikendarai seorang WNA, Elena Aristarkhova. Di mobil itu juga ada saksi Anord Aristarkhova.

Melihat calon korbannya itu, Sori dan Neri kemudian membuntutinya dari belakang. Sampai akhirnya mobil korban berhenti di perempatan. Karena kebetulan saat itu lampu merah pada traffic light menyala.

Saat itulah, Sori dan Neri mulai beraksi. Mereka juga ikut berhenti di perempatan itu. Paku yang sudah dipersiapan dan diselipkan di sela jari kaki kirinya lantas ditusukkan ke salah satu ban mobil korban.

Begitu lampu hijau menyala, korban kembali melanjutkan perjalan ke arah selatan. Sementara Sori dan Neri tetap membuntutinya dari belakang. "Sekitar 100 meter ban mobil Karimun tersebut kempes kemudian berhenti di kiri jalan," ungkap jaksa.

Karena korban berhenti, Sori dan Neri pun ikut berhenti juga. Mereka menghentikan motornya di kiri depan mobil yang dikemudikan korban. Jaraknya sekitar sepuluh meter.

Saat korban turun dari mobil, datanglah Doel dan Iman yang mengendari sepeda motor juga. Mereka berhenti di belakang mobil korban. "Selanjutnya terdakwa Iman turun dari boncengan berpura-pura membantu korban. Kemudian meminta korban memundurkan mobil tersebut ke kanan jalan," beber jaksa.

Setelah parkir, korban kemudian memeriksa ban mobilnya yang gembos tersebut. Ketika korban lengah, Imam langsung mengeksekusi dengan mengambil tas korban.

"Setelah berhasil para terdakwa kemudian kabur ke arah utara dan kembali ke kos-kosan terdakwa Imam di Jalan Pidada VII Ubung Denpasar," pungkas jaksa seraya menerangkan nilai kerugian akibat perbuatan mereka itu mencapai Rp 41 juta. Hasil curian itu kemudian dibagi-bagi di antara mereka.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia