Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Features

Kisah Pasukan Srikandi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali

12 Januari 2019, 08: 40: 02 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kisah Pasukan Srikandi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali

PASUKAN SRIKANDI: Pasukan Satpol PP perempuan ketika simulasi patroli dengan sepeda kemarin. (DIAH TRITINTYA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tak banyak yang tahu, pasukan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali ternyata memiliki pasukan khusus wanita. Tak jauh berbeda dengan petugas pamong praja laki - laki, pasukan Srikandi ini juga kerap kali ikut bertugas ke lapangan.

Anak Agung Putu Hari adalah komandan regu pasukan Srikandi Satpol PP Provinsi Bali. Menurutnya tugas yang diemban seorang petugas pamong praja terbilang cukup menantang. "Ya sebagai seorang petugas pamong praja kami harus selalu siap. Kapanpun dan dimanapun diminta bertugas kami harus siap. Dan itu bagi kami tak hanya sebuah perintah tapi amanat,"terangnya.

Meski seorang wanita, ia dan regu Srikandinya tak pernah ingin diistimewakan. "Tidak, ketika ada perintah penugasan kami lakukan sebaik yang kami bisa. Meskipun wanita, tugas adalah tugas dan kamipun tak ingin di berikan perlakuan berbeda dengan rekan laki - laki," ujar Hari. Tak hanya tugas yang berat. Para Srikandi ini pun harus rela meninggalkan anak dan suaminya ketika menjalankan masa pendidikan ataupun ketika menjalankan tugas. "Yang terberat  memang ketika kami harus jauh dari keluarga. Ketika masa pendidikan kami harus menjalani karantina. Artinya tidak ada kontak dengan pihak luar selain kawan - kawan sejawat di sini. Waktu itu berasa sekali bagaimana rasanya jauh dari anak dan suami," ungkapnya.

Lalu apa saja tugas seorang pasukan pamong praja wanita? Danru Srikandi ini menjelaskan, tugas pasukan Srikandi hampir sama dengan pasukan regu Satpol PP lainnya. Hanya saja mereka tidak mengamankan dengan cara kekerasan namun lebih mengaplikasikan kelembutan seorang wanita. " Biasanya kalau pasukan laki - laki menonjolkan kekuatan dan badan besarnya, kalau kami bergerak lebih pada lembutnya wanita. Contohnya ketika ada penggusuran. Lalu ada yang histeris, biasanya ibu - ibu yang histeris. Nah di sanalah peran kami untuk menenangkan masa agar situasinya lebih kondusif," terangnya.

Selain berperan dalam menjadikan situasi lebih kondusif, pasukan Srikandi juga bertugas menjalankan patroli rutin di area kota. "Ya setiap pagi kami melakukan patroli dengan menaiki sepeda berkeliling. Area patrolinya dari ujung Plaza Renon hingga bundaran Bank Indonesia," ungkapnya.

Lantas apakah pasukan pamong praja wanita juga selalu ikut serta bekerja di lapangan? Wanita bertubuh tegap ini mengangguk mengiyakan. "Ketika ada panggilan tugas, biasanya kami juga diikutsertakan. Meskipun medannya berat tapi tidak jadi masalah, kami suka dan mencintai pekerjaan kami," terang Hari.

Lalu apakah satuan Srikandi ini dibekali senjata khusus ketika bertugas dilapangan? "Sejata khusus? Kami tidak dibekali senjata khusus hanya saja dalam bertugas kami berkelompok. Biasanya satu kelompok terdiri atas beberapa pasukan laki - laki dan pasukan wanita. Jadi ketika ada ancaman kami akan segera berkordinasi lewat jaringan radio pemancar. Dan syukurnya selama bertugas tidak pernah mengalami hal yang membahayakan," ungkapnya tersenyum.

 Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang  Trantib Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Rai Darmadi. Baginya tidak ada perlakuan khusus, dimatanya semua anggota diperlakukan sama dan setara. "Semua sama, hanya untuk regu Srikandi kami berikan pengecualian shift malam. Kenapa? Mengingat mereka perempuan yang memiliki peran di keluarganya juga, jadi kami berikan sedikit dispensasi lahm diluar itu tugas dan tanggung jawab yang diemban sama," tegasnya.

Sampai saat ini, Satuan Pamong Praja Provinsi Bali memiliki 9 orang petugas wanita dan jumlah anggota keseluruhan mencapai 92 orang. " Ada 4 pleton yang kami miliki saat ini. Idealnya sih 102 orang. Namun karena mutasi dan penyebab lainnya, jadi masih tersisa 92 orang saja. Namun tugas tetap terkover meskipun personel sedikit," ungkap Dewa Rai. 

Ke depannya ia berharap satuan Pamong Praja tetap solid dan menjalankan tugas serta tanggung jawabnya secara maksimal. "Tetap solid, rasa kekeluargaannya tetap haurs dijaga. Jangan lupa dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban. Bekerja dengan profesional," tandasnya.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia