Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Features

Desa Wisata Sidan Mati Suri, Hanya Dinikmati Supir Truk yang Istirahat

16 Januari 2019, 20: 53: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Desa Wisata Sidan Mati Suri, Hanya Dinikmati Supir Truk yang Istirahat

TAK TERURUS: Kondisi areal desa wisata yang hendak digunakan tempat pentas seni budaya di Desa Sidan, Gianyar, Rabu kemarin (16/1). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Kawasan yang digunakan sebagai pusat pementasan seni dan budaya di Desa Sidan, Gianyar dan dirancang sebagai desa wisata tak terurus. Namun dikarenakan beberapa hal desa wisata di daerah perbatasan Gianyar dengan Bangli itu terlihat mati suri. Seperti kondisi Rabu (16/1) lokasi tersebut hanya digunakan sebagai tempat beristirahat supir truk yang kebetulan melintas.

Saat koran ini ke lokasi desa wisata tersebut, tampak areal wantilannya tidak ada tanda pertunjukkan seni ataupun pentas budaya. Begitu juga orang yang ada di sana hanya supir truk yang beristirahat dan beberapa pengemudi berhenti sambil berbelanja di warung dekat parkiran. Meski tidak difungsikan optimal sebagai tempat desa wisata, tampak orang yang beristirahat di sana sangat menikmati pemandangan yang ada.

Pejabat Sementara (PJ) Perbekel Desa Sidan, I Made Suparna saat dikonfirmasi mengkau masih di luar kota melakukan study banding. Selain itu ia juga mengatakan terkait desa wisata di sana memang mangkrak. Sehingga dalam waktu dekat ini ia akan menata kembali terkait desa wisata yang ada.

“Pada tahun ini dan tahun depan kita akan lakukan pengembangan desa wisata lagi, tetapi dengan bertahap,” terangnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan kewenangannya sebatas PJ sehingga tidak terlalu jauh untuk mengambil kebijakan terkait desa wisata yang mati suri. Meski hanya melanjutkan apa yang ada, Suparna berwacana bahwa selain tempat pentas seni itu, ada juga sebuah pura beji akan dikembangkan. Yakni tempat wisata spiritual yang masih ada di lingkungan desa setempat.

“Karena yang dulu katanya ada jalur tracking beberapa kilometer dan finishnya di central tersebut tapi tidak jalan. Sekarang maunya akan dilanjutkan dan dikembangkan lagi dengan membuat permandian atau panglukatan di pura beji yang ada, mudah-mudahan kali ini desa wisatanya bisa terwujud,” ungkap dia.

Sedangkan Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, AA Ari Brahmanta sebelumnya mengatakan beberapa desa wisata memang ada bekerjasama dengan pihaknya. Baik desa wisata yang sudah ada maupun yang baru berkembang. Kurang lebih sebanyak enam desa wisata yang ada di bawah naungan Dispar sendiri.

Bahkan pihaknya menjelaskan lima desa wisata yang sudah mampu berjalan dengan baik dan satu desa wisata yang belum optimal. Yaitu desa wisata yang dimaksudkan ada di Desa Sidan tersebut. “Dulu di sana memang ada turis sering datang untuk menonton tari-tarian seperti barong dan kecak. Namun sekarang sudah jarang, bahkan tidak pernah. Kedepannya mungkin akan dibina lagi,” terang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Adapun destinasi atau desa wisata yang dibawah binaan Dispar ia memaparkan terdiri atas, Pura Tirta Empul, Pura Gunung Kawi Tampaksiring, Pura Gunung Kawi Sebatu, Tegallalang, Pura Goa Gajah, Pura Yeh Pulu dan Desa Alam Sidan yang mangkrak tersebut. “Mungkin saat ini jalur turis akan menuju Bangli jarang lewat sana, selain itu terdapat juga kendala-kendala yang harus dicarikan solusinya,” imbuhnya. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia