Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Baliho Capres Dipasang Mepet Pura, Warga Sayan Protes

19 Januari 2019, 19: 20: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Baliho Capres  Dipasang Mepet Pura, Warga Sayan Protes

BALIHO: Tampak baliho salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang dipasang samping pura di Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Jumat kemarin (18/1). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR – Satu baliho pasangan calon presiden-wakil presiden dipasang mepet pura di Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Jumat kemarin (18/1). Warga setempat bertanya-tanya terkait titik pemasangan baliho tersebut. Dan mengapa hanya  baliho satu calon di pasang di lokasi itu.
Ketua Bawaslu Gianyar, Wayan Hartawan saat dikonfirmasi Bali Express menjelaskan,  jika ada alat peraga kampanye (APK) yang mengganggu aktivitas masyarakat dapat dikoordinasikan dan mencari lokasi lain. Pasalnya penempatan APK tersebut, baik capres maupun parpol dan caleg sudah ditentukan berdasarkan titik-titik yang disepakati di setiap desa.

Selain itu pihaknya juga telah melakukan koordinasi pemasangan dengan pihak desa, yaitu masing-masing kepala desa. “Semua APK itu sudah ditentukan lokasi pemasangannya, jika pun itu mengganggu dan masyarakat keberatan bisa dikoordinasikan. Kami arahkan mencari lokasi lainnya. Intinya sudah dapat koordinasi dengan setiap kepala desa,” terangnya.

Ditambahkan, jika terjadinya suatu kekurangpahaman masyarakat terkait pemasangan APK agar menghubungi anggotanya terlebih dahulu. Yakni di tingkat desa yang menjembati adalah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)  di setiap desa. Sehingga dalam mengatasinya dapat diselesaikan dengan berkoordinasi terlebih dahulu.

Seorang warga setempat yang enggan dikorankan namanya sempat minta kepada kelihan dinas dan adat agar menurunkan baliho di depan pura tersebut. Mengingat yang ia ketahui tempat peribadatan dan fasilitas umum seperti balai banjar dan sebagainya harus bersih dari unsur politik.

 “Tolong ditertibkan baliho yang ada di depan pura, jangan sampai ada di wilayah pura ataupun balai banjar. Kalau di luar wilayah itu silahkan di pasang,” protesnya.

Sedangkan Kelihan Dinas Banjar Mas, Desa Sayan, Ubud, I Kadek Dwi Putra Yoga mengaku bahwa warganya memang sempat bertanya-tanya terkait pemasangan APK yang mepet pura itu. Namun pemasangan baliho salah satu capres tersebut juga dijelaskan atas dasar titik yang sudah ditentukan. Bahkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Memang balihonya itu ada di samping pura dan depan bale banjar, tetapi tidak menempel dengan pura. Itupun juga hanya satu pasangan capres saja. Sedangkan pasangan capres yang lagi satu entah akan di pasang di sana atau gimana bukan ranah kita. Karena warga bertanya kenapa hanya satu paslon dan dekat pura juga,” paparnya.

Bahkan ia mengakui bahwa warganya memang protes lantaran tidak ada koordinasi dengan kelihan. Namun ia sendiri membantahnya, lantaran koordinasinya telah cukup pada tingkat desa yang diwakili dari kepala desa disaksikan dengan para kelihan yang ada.

 “Terpenting tidak menempel sekali dengan pura, begitu juga menurut PPK pihaknya sudah bekerja sesuai SOP yang berlaku,” imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia