Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Tim Sentra Gakkumdu Investigasi Kasus Perusakan Baliho di Tabanan

26 Januari 2019, 08: 48: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tim Sentra Gakkumdu Investigasi Kasus Perusakan Baliho di Tabanan

CEK : Tim Sentra Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu, Kejaksaan, dan Kepolisian melakukan investigasi kasus perobekan baliho dan spanduk Partai nasdem, Jumat (25/1) kemarin. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN – Tim Sentra Gakkumdu Kabupaten Tabanan yang terdiri dari Bawaslu, Kejaksaan dan Kepolisian melakukan investigasi untuk pengumpulan data, Jumat (25/1).  Menindaklanjuti laporan dari DPD Partai Nasdem atas perusakan sejumlah baliho caleg dan spanduk di wilayah Kecamatan Tabanan.

Lokasi yang dituju pertigaan Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, yang merupakan salah satu titik baliho yang dirusak. Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada menjelaskan, pihaknya melalui Panwascam ( Panitia Pemilian Kecamatan ) Tabanan telah menerima laporan dari DPD Partai Nasdem. Bahwa telah terjadi perusakan alat peraga kampanye (APK ) di delapan titik di Kecamatan Tabanan yang diketahui Senin (21/1) lalu.

Tetapi laporan tersebut belum dilengkapi dengan syarat formil dan materiil. Seperti tidak dilengkapi dengan minimal dua saksi. “Kami kemudian menginformasikan kepada pelapor untuk melengkapi syarat formil dan meteriil tersebut,” ungkapnya.

Setelah ditunggu dalam tiga hari syarat formil dan materiil tersebut belum juga dilengkapi. Maka dari itu pihaknya mengambil keputusan untuk melanjutkan penanganan kasus ini. “Semangat kami di Gakkumdu adalah untuk mengungkap kasus ini dan kami tidak diam. Meskipun syarat laporan formil dan materiil nya tidak lengkap kami tetap turun melakukan investigasi,” papar Rumada.

Dikatakan, tujuannya turun ke lokasi, mengumpulkan bukti bukti baru dan mencari petunjuk serta mencari informasi baru di sekitar lokasi kejadian pemasangan APK.  “Jika memang nantinya ada bukti baru kami akan tingkatkan penanganannya,” lanjutnya.

Menurut Rumada, berdasarkan zona pemasangan APK lokasi tersebut memang masuk zona yang ditentukan untuk pemasangan APK. Yakni sekitar 1 kilometer di selatan Kantor Desa Gubug, tepatnya di tikungan jalan utama pertigaan ke Banjar Batusanggiang, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan. Maka dari itu, pihaknya memiliki waktu 12 hari melalukan investigasi.

Apabila nanti ditemukan bukti-bukti dan petunjuk petunjuk baru, penanganan kasus ini akan ditingkatkan. “Sejauh ini kita sudah menerima tiga laporan  kasus pengerusakan APK. Yang pertama dan kedua APK partai PSI dan Gerindra di Kecamatan Marga, dan yang ketiga APK Nasdem di Kecamatan Tabanan,” pungkasnya.

Disisi lain banyak APK bertebaran di Kabupaten Tabanan yang diduga menyalahi aturan pemasangan. Sayangnya hingga saat ini belum ada penertiban. Disisi lain, Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba mengatakan bahwa pihaknya sejatinya hanya menunggu koordinasi dari Bawaslu Tabanan. Apabila ada permintaan untuk menertibkan maka pihaknya akan langsung turun ke lapangan. Namun hingga kini memang belum ada permintaan.

“Kapan pun kami siap, karena satu pleton tim dalmas setiap hari standby di kantor,” tegasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia