Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Balinese
Pura Kahyangan Alit Puser Bumi

Kerap Menjadi Lokasi Minta Petunjuk Tangkap Penjahat

29 Januari 2019, 13: 25: 18 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kerap Menjadi Lokasi Minta Petunjuk Tangkap Penjahat

Jero Mangku Pura Kahyangan Alit Puser Bumi, Jero Mangku I Wayan Latra (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Tak hanya nunas tamba, pemedek yang tangkil ke Pura Kahyangan Alit Puser Bumi, yang terletak di Banjar Bendul, Desa Jegu, Kecamatan Penebel,Tabanan  juga banyak yang nunas baos atas permasalahan yang dihadapi. Dari permasalahan keluarga hingga lembaga. Menurut Jero Mangku Latra, sejak muncul paica tersebut, pemedek yang tangkil datang dari berbagai penjuru Bali. Permasalahan yang dihadapi bermacam-macam, ada yang menghadapi perselingkuhan sang suami, masalah keuangan, hingga masalah kriminalitas.

Jero Mangku Pura Kahyangan Alit Puser Bumi, I Wayan Latra mengatakan pernah ada istri pejabat yang menanyakan perihal suaminya yang berselingkuh, dan ternyata sang suami dipengaruhi ilmu hitam dari wanita penggoda. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, Ida Sesuhunan memberikan petunjuk, hingga akhirnya sang suami bisa terlepas dari pengaruh ilmu hitam wanita penggoda tersebut.

Ada juga pemedek yang mengalami kehilangan, mulai dari uang, hingga mobil. Setelah meminta petunjuk, mobil yang hilang bisa ditemukan. Sehingga tak sedikit pula ada yang tangkil ke pura tersebut, untuk meminta petunjuk atas kasus kriminalitas yang dialami. “Ya memang banyak ada polisi yang minta petunjuk. Menurut kepercayaan Ida, akan membuat si penjahat bingung, dan bisa segera ditangkap,” ujarnya.

Disamping itu, pemedek yang mengalami musibah seperti keseleo atau patah tulang juga banyak yang tangkil. Karena Ida Sesuhunan juga mapaica minyak. Pengayah di pura tersebut juga ada yang khusus memijat, sehingga setelah diberikan minyak maka pemedek bisa dipijat langsung di pura tersebut.

Jero Mangku Latra menambahkan, sejauh ini tidak ada larangan atau pantangan di pura tersebut. Hanya saja Ida Sesuhunan kerap tidak suka jika kebanyakan bunga berwarna merah. “Kadang Ida ten kayun kalau kebanyakan menggunakan bunga bang (merah, red),” pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia