Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Siswi SMP yang Masih Perawan Dicabuli dan Disetubuhi Empat Pria

30 Januari 2019, 21: 08: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

Siswi SMP yang Masih Perawan Dicabuli dan Disetubuhi Empat Pria

DITAHAN: Keempat pelaku menunjukkan barang bukti berupa pakaian dalam milik korban Bunga di Mapolres Buleleng, Rabu (30/1) siang. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Empat pelaku pencabulan hingga berujung persetubuhan terhadap seorang siswi SMP berusia 15 tahun (sebut saja Bunga) akhirnya ditahan. Keempat pelaku ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka terancam mendekam di penjara hingga 15 tahun.

Mereka adalah Ida Bagus Komang Adi Kusuma alias Gusming, 20, Dewa Gede Wahyu alias Doyok, 19, serta Ketut Dangin Adi Permana alias Adi, 19 bersama saudara kembarnya  Komang Edi Mukia Pratama, 19. Para pelaku ini diringkus di kos tempat mereka kumpul pada Rabu (23/1) malam, di Jalan Srikandi, Gang Asem, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.

Saat ditemui di Mapolres Buleleng Rabu (30/1) siang, keempat pelaku malah saling lempar satu sama lainnya. Mereka tak ada yang mengaku siapa pertama kalinya tega melakukan pencabulan hingga berujung persetubuhan.

“Bukan saya  pelakunya. Saya cuma nyium saja. Yang perkosa itu Doyok (Dewa Gede Wahyu, Red),” ujar Adi saat ditanya awak media.

Sementara itu Kasat Reksrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat membeberkan kronologi kejadian. Awalnya Bunga pada Selasa (22/1) sekitar pukul 12.00 Wita mendatangi rumah kos keempat pelaku bersama teman perempuannya dengan kondisi masih berseragam sekolah.

Bahkan, sebelum peristiwa asusila itu terjadi, Bunga dan pelaku sempat berbincang selama beberapa menit. Kemudian rekan Bunga memutuskan untuk pergi membeli sesuatu. Fatalnya, kesempatan itu lantas dimanfaatkan oleh pelaku untuk mencabuli dan menyutubuhi korban.

"Dari keterangan korban yang menyetubuhi korban hanya satu orang bernama Dewa Gede Wahyu alias Doyok. Sementara tiga lainnya mengaku hanya memegang dan mencium korban," katanya.

Atas perbuatan pencabulan yang berujung persetubuhan ini, korban lantas mengadu pada orangtuanya. Tak terima anaknya disetubuhi, kemudian orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Mapolres Buleleng.

Berbekal laporan itulah polisi akhirnya meringkus keempat pelaku pada Rabu (23/1) malam. Mereka diciduk tanpa melakukan perlawanan. AKP Mikael pun menegaskan jika kejadian yang menimpa korban tidak ada sangkut pautnya dengan bisnis prostitusi.

Korban pun kini telah menjalani visum. Hasilnya, ditemukan luka robek dibagian kelaminnya. Pasca mengalami tindakan keji, korban kata AKP Mikael saat ini masih mengalami trauma. Ia pun telah didampingi oleh kedua orangtuanya untuk pemulihan psikis.

"Kami masih akan memeriksa saksi, termasuk melakukan pendalaman, apakah memang sejak awal empat tersangka ini memang berniat untuk melakukan aksinya itu. Kalau ada sesuatu (prostitusi, Red)  tidak mungkin korban melapor. Korban ini masih perawan. Jadi karena korban masih perawan. Dari hasil visum itu ada luka di bagian alat vitalnya," jelasnya.

Akibat perbuatannya, keempat pelaku  dijerat dengan Pasal 82 dan Pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentanf perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia