Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bupati Suradnyana Serahkan Bantuan PKH secara Simbolis

01 Februari 2019, 19: 52: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bupati Suradnyana Serahkan Bantuan PKH secara Simbolis

SIMBOLIS: Bupati Buleleng saat menyerahkan bantuan non tunai PKH kepada keluarga penerima manfaat di Buleleng, Jumat (1/2) siang. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Masyarakat penerima bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Buleleng kini bisa senyum sumringah. Mereka kembali digelentor bantuan PKH Tahap IV tahun 2018. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 37,702 miliar untuk 26.720 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di sembilan kecamatan.

Proses pembagian PKH pada Jumat (1/2) dilakukan secara serentak dan dibagi menjadi tiga titik. Untuk wilayah Buleleng barat yang meliputi Kecamatan Gerokgak, Kecamatan Seririt, dan Kecamatan Busungbiu dipusatkan di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt. Kemudian wilayah Buleleng tengah yang meliputi Kecamatan Banjar, Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada dipusatkan di gedung Wanita Laksmin Graha, Singaraja.

Sementara untuk wilayah Buleleng timur meliputi Kecamatan Sawan, Kecamatan Kubutambahan, dan Kecamatan Tejakula difokuskan di Wantilan Lapangan Besi Mejajar, Desa/Kecamatan Kubutambahan. Penyerahan PKH dilakukan dalam berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Buku tabungan Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Data dari Dinas Sosial Kabupaten Buleleng menyebutkan, untuk total KPM di Wilayah Buleleng Barat sebanyak 10.661 KPM, dengan jumlah total bantuan Rp.14.812.207.350. Sedangkan penerima di wilayah Buleleng Tengah mencapai 9.014 KPM, dengan total bantuan Rp.13.333.272.900.

Sementara untuk wilayah Buleleng Timur, total KPM ada sebanyak 7.045 KPM dengan total bantuan Rp. 9.546.714.750. Sehingga total dana yang digelontor di sembilan kecamatan mencapai Rp 37.702.222.000.

Proses penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Ia didampingi Kepala Dinas Sosial, I Gede Sandhiyasa, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Aries Sujati Suradnyana dan para camat.

Kepala Dinas Sosial, I Gede Sandhiyasa, mengatakan, tujuan dari pemberian PKH ini untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Selain itu, PKH juga disebutkan dapat mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluargamiskin dan rentan.

Sandhiyasa menambahkan, sejak tahun 2010 PKH sudah menjangkau seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Buleleng. Awalnya untuk tahun 2018, jumlah penerima KPM mencapa 16.574 orang. Namun dalam perjalanannya diberikan tambahan mencapai 10.146 orang. “Sehingga total penerima bantuan PKH tahun 2018 sebanyak 26.720,” jelasnya.

Lanjut Sandhiyasa untuk tahun 2019 ada beberapa komponen tambahan. Diantaranya Ibu hamil, punya anak balita, punya anak sekolah (SD, SMP, SMA) dan disabilitas. “Jadi hanya boleh maksimal 4 komponen yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat dari program PKH ini. Nanti penyerahan bantuan dalam setahun dibagi menjadi empat tahap dan tiap tahap selama tiga bulan,” imbuhnya.

Lalu kapan target penerima PKH akan dientaskan? Sandhiyasa menyebut tergantung dari kebijakan pimpinan pusat. Pihaknya hanya sebatas mengusulkan ke Kementrian Sosial RI. ”Data kemiskinan akan selalu bergeser dan kami tetap akan usulkan ke pusat,” pungkasnya

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berharap bantuan PKH ini bisa dipotimalkan dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Kedepan, pihaknya akan merancang road map yang benar untuk memantau perkembangan Buleleng dari segala hal.

“Kami upayakan bagaimana bantuan ini bisa optimal dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan. Kedepan bagaimana kemiskinan secara bertahap bisa dikurangi. Saya sebagai Kepala Daerah harus memiliki road map yang benar tentang perkembangan Buleleng segala hal.

Terlebih dengan adanya shortcut, bandara, dan perbaikan RT/RW Provinsi Bali, Bupati Suradnyana berharap Buleleng lebih bisa menjawab perkembangan kesejahteraan dalam tempo yang lebih cepat. “Selama ini kan terkendala aksesibilitas. Saya yakin kalau aksesibilitas sudah selesai, Buleleng pasti bisa move,” tegasnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia