Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Soal Tinggi Bangunan, Buleleng Usul Ada Beberapa Pengecualian

03 Februari 2019, 19: 45: 33 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Tinggi Bangunan, Buleleng Usul Ada Beberapa Pengecualian

Putu Agus Suradnyana (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten Buleleng mengusulkan agar ada pengecualian batasan ketinggian bangunan untuk fasilitas gedung rumah sakit dan fasilitas pendidikan. Usulan itu disampaikan seiring proses pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali di DPRD Bali. Sedangkan untuk akomodasi wisata atau kepentingan lain, Buleleng sependapat untuk memberikan batasan tertentu.

Hal itu disampaikan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat ditemui akhir pekan lalu. Alasannya, lahan di perkotaan mulai sulit untuk mengembangkan fasilitas rumah sakit. Ini karena, fasilitas rumah sakit tidak saja orientasinya membangun gedung perawatan dan unit-unit terkait lain.

Namun, fasilitas pendukung seperti lahan parkir juga diperlukan. “Saya berharap agar fasilitas rumah sakit dan fasilitas pendidikan yang diberikan pengecualian. Karena fasilitas rumah sakit akan lebih efisien dalam satu bangunan karena lebih mudah dalam pelayanan,” bebernya.

Pun demikian dengan fasilitas pendidikan. Bupati Suradnyana menilai masih membutuhan tambahan gedung infrastruktur. Terlebih areal lahan di perkotaan kian menyempit. Maka penambahan tinggi untuk bangunan fasilitas pendidikan adalah solusinya.

“Ya bisa bertahap (pemberlakukan, Red) dilakukan. Kalau sekarang rumah sakit diijinkan pengecualian batasan ketinggian, mungkin nanti diikuti dengan sekolah juga diberikan untuk membangun bertingkat. Karena ini satu-satunya solusi dalam mengatasi kesulitan lahan,” tegasnya.

Seperti diketahui, dalam pembahasan RTRWP Bali, dewan dan pemerintah sepakat merevisi aturan ketinggian bangunan di Bali. Sebelumnya batas ketinggian bangunan sesuai bhisama Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang saat ini dengan ketinggian maksimal hanya 15 meter atau sama dengan pohon kelapa.

Nah, Revisi batasan ketinggian ini rencananya akan diberlakukan pada kawasan tertentu saja. Seperti gedung rumah sakit, kantor pemerintahan, dan sekolah. Sehingga bangunan tersebut ketinggiannya bisa diharapkan di atas 15 meter. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia