Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

APHB: Soal Besakih, Agar Pamedek tak Lepas Tangan

04 Februari 2019, 18: 47: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

APHB: Soal Besakih, Agar Pamedek tak Lepas Tangan

SAMPAH: Aksi sosial membersihkan sampah di kawasan Pura Besakih, Karangasem pada Sabtu (2/2) lalu. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ketua Aliansi Pemuda Hindu Bali (APHB), I Wayan Suartika, juga mendorong kesadaran umat Hindu untuk menggunakan sarana upakara yang ramah lingkungan. Putra Besakih jebolan pascasarjana IHDN Denpasar ini mengatakan, persoalan sampah di Bali harus ditanggulangi bersama sebelum terlambat. “Jadi mari kita bersama-sama mengelola sampah, dimulai dari rumah tangga. Perlu kesadaran dan pengelolaan dini,” ungkapnya Minggu (3/2) kemarin.

Khusus untuk di kawasan Besakih yang selama ini dikenal sebagai salah satu tempat religius di Bali, Yan Suar, sapaan akrabnya ikut mendukung dan terjun langsung dalam aksi membersihkan sampah, khususnya plastik yang tengah bergulir beberapa waktu belakangan ini. “Semoga aksi ini bisa menggugah masyarakat agar memelihara lingkungan dan tak membuang sampah sembarangan,” harapnya.

Yan Suar juga meminta, para pamedek yang datang ke Pura Besakih tak lepas tangan. Diharapkan agar sampah sisa upakara tak ditinggal begitu saja. Minimal dibereskan, bahkan jika memungkinkan agar dibawa kembali pulang. Sehingga tidak menumpuk di kawasan suci tersebut. “Termasuk dalam hal ini juga diperlukan upaya dari pemerintah. Misalnya diperlukan tempat pengelolaan sampah yang serius dibina oleh pemerintah,” pintanya.

Jika tidak demikian, aksi-aksi bersih sampah plastik menurutnya juga akan mubazir. Sebab berpeluang kecil dilaksanakan secara terus-menerus.

Lalu sebagai pemuda Besakih, apa upaya yang dilakukan? Diakuinya, pihaknya saat ini tengah berupaya mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda. “Kami juga akan membuat acara dalam bentuk konser 9 dan 10 Februari mendatang, yang di dalamnya berisi edukasi bahaya sampah plastik. Sehingga saat upacara Panca Wali Krama, masyarakat sudah mulai mengerti tentang hal ini,” ujarnya.

Dikatakan, konser akan melibatkan beberapa penyanyi dan band asal Bali, seperti Joni Agung, Jun Bintang, dan Made Bawa (Lolot). Demikian pula Scared of Bums, Natterjack, Marco, UNB’Broken, Casadega, Svaha, Matilda, Japz, Sweet Sherry, Armagedoom, Analogi Madu, dan Delapan Satu. Juga akan diisi dengan mural arts dan art ferform dari Sanggar Windu Swara Basuki. “Pada intinya, kami ingin mengampanyekan soal bahaya sampah plastik. Nah, sasaran utamanya adalah generasi muda yang memiliki peran vital,” tandas Suar.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia