Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Features

Tunggui Istri Sakit, Surat dan Biaya Obat Istri Ludes Terbakar

21 Februari 2019, 09: 09: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tunggui Istri Sakit, Surat dan Biaya Obat Istri Ludes Terbakar

LUKA BAKAR: Tangan I Wayan Sutama terbakar saat menyelamatkan surat dan data pengobatan kanker sang istri, ketika kebakaran menghanguskan rumahnya pada Rabu (20/2) dini hari. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, BANGLI - Kisah I Wayan Sutama, 48, di Banjar Adat Kubusuih, Desa Yangapi, Tembuku, Bangli, kini menjadi inspirasi. Pria dengan gangguan pendengaran itu rela menerobos kobaran api yang melalap rumahnya pada Rabu (20/2) dinihari kemarin, guna menyelamatkan surat penting, termasuk rekam medik dan biaya berobat sang istri, Sutami, yang mengidap kanker.

Keberanian itu tak lepas dari kondisi istri tercintanya yang tengah terbaring lemah, lantaran mengidap kanker nasofaring sejak enam bulan lalu. Pagi itu, sekitar pukul 02.22, keduanya yang tengah beristirahat tiba-tiba dikagetkan dengan rumah mereka yang terbakar hebat. Bahkan api dengan cepat berkobar dari kamar khusus tempat menyimpan barang berharga. Diduga api berasal dari korsleting listrik.

Ipar korban, Ni Nengah Kuat menuturkan, sebelum kebakaran itu terjadi, sambungan listrik di rumah mereka memang sempat padam. Kondisi itu dia ketahui, karena kebetulan dirinya tengah keluar kamar untuk menuju ke kamar kecil. “Pas kembali kamar, memang listrik mati. Gelap. Nah waktu saya di kamar, seperti ada suara-suara percikan itu. Karena curiga, langsung saya beritahu suami (I Komang Selamat, 41, adik korban) saya yang tidur. Dia langsung bangun dan mengecek. Saat itulah sudah dilihat ada cahaya di kamar (TKP) kakak saya,” ujar Kuat.

Melihat hal itu, Nengah Kuat bersama suaminya lantas berinisiatif mengecek keadaan kamar itu. Tak disangka, rupanya cahaya itu adalah api. Merasa khawatir, mengingat sang kakak mengalami gangguan pendengaran, Komang Selamat berusaha membangunkan korban dari kamar.

Setelah korban Sutama terbangun, mereka bergegas menyelamatkan istrinya yang tengah tergolek lemah karena sakit kanker yang dideritanya. Dan entah keberanian dari mana, Sutama yang teringat akan surat-surat pengobatan medis dan data biopsi istrinya, nekat menerobos kobaran api yang kian membara. Tak peduli sampai tangan meleleh, Sutama terus mencari surat-surat berharga itu. Tapi apa daya, semua surat-surat penting itu sudah menjadi abu.

Tidak hanya surat-surat berupa data rekam medik pengobatan sang istri, surat-surat lainnya juga telah hangus terbakar, seperti kartu keluarga, hingga surat kendaraan. Mirisnya lagi, uang sebesar Rp 4 juta yang merupakan pemberian kerabat saat sang istri dirawat di rumah sakit juga ikut hangus tak berbekas. Padahal uang itu bakal digunakan berobat dan uang transport ke Denpasar pada Jumat (22/2) besok.

Saat koran ini menyambangi korban kemarin petang, Sutama sulit untuk diajak berkomunikasi, lantaran gangguan pendengaran yang diidapnya. Belum lagi batinnya masih terguncang, teringat akan nasib sang istri ke depan. Sedangkan akibat tindakannya yang menerobos kobaran api, tangan Sutama juga terlihat melepuh. Tampak luka bakar memenuhi hampir semua bagian tangannya. Lukanya sampai bergelembung berisi air. Bahkan satu luka pecah dan bagi Sutama, itu terasa sangat perih, apalagi kena air.

“Kami masih bingung soal biaya. Kalau ada rejeki lagi, mungkin segera bisa diajak berobat. Apalagi ini ada musibah (kebakaran), tradisi di desa kami, kalau ada kebakaran, rumah harus dibongkar dari awal dan dibangun kembali. Dipercaya kalau tidak begitu, ada yang menyakiti (niskala),” terang Nengah Kuat. 

Keluarga mengaku sudah disambangi beberapa yayasan sosial. Termasuk Dinas Sosial Kabupaten Bangli dan Perbekel Yangapi juga telah datang melihat kondisi Sutama dan Sutami. Para relawan dan elemen mahasiswa yang melakukan bakti sosial di wilayah sekitar rumah korban, juga sudah memberi bantuan.

“Dari pihak sosial (Dinas Sosial Bangli) sih bilang tunggu dulu. Tapi kami berharap soal biaya pengobatan ipar saya dapat segera dibantu. Masalah rehab rumah, biar kami yang bicarakan dengan keluarga,” ucap wanita 29 itu, sambil mengusap-ngusap pundak Sutama.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia