Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Jaga DTW Jatiluwih, Bersihkan Kawasan Penyangga

25 Februari 2019, 18: 54: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jaga DTW Jatiluwih, Bersihkan Kawasan Penyangga

BERSIH: Kawasan DTW Jatiluwih yang tampak indah. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, JATILUWIH - Sebagai salah satu destinasi wisata favorit wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara yang namanya kian dikenal, DTW Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan senantiasa memperhatikan kebersihan lingkungan.

Namun kebersihan lingkungan tidak hanya diutamakan di kawasan Desa Jatiluwih saja, namun juga di kawasan penyangga DTW Jatiluwih. Terlebih wisatawan akan semakin nyaman berwisata ketika lingkungan bersih dan asri.

Maka dari itu DTW Jatiluwih, Minggu (24/2) menggelar bersih-bersih lingkungan di Banjar Soka, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan yang merupakan salah satu kawasan penyangga objek wisata yang masuk dalam Warisan Budaya Dunia (WBD) tersebut.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan sesuai dengan komitmen bersama mengenai CSR yang sudah dialokasi DTW Jatiluwih kepada Kecamatan Penebel melalui Forum Perbekel se Kecamatan Penebel, Subak Jajaran Kemiri Batukaru da Pura Jajaran Kemiri Batukaru. “Termasuk Pura Batu Lumbung yang diempon Desa Adat Soka ini,” ungkapnya.

Dengan kontribusi tersebut, pihaknya berharap dapat mendukung DTW Jatiluwih salah satunya dalam hal kebersihan lingkungan. Apalagi untuk menuju ke DTW Jatiluwih, wisatawan biasa melintasi Desa Senganan, sehingga perihal kebersihan tentu akan menjadi sorotan. “Tentu semua butuh proses secara teknis dalam pemilahan dan juga kita berharap pengembangan potensi wilayah masing-masing menjadi sangat penting melihat wilayah Banjar Soka adalah sebuah daerah resapan yang sangat mendukung sumber air di area persawahan,” lanjutnya.

Disamping itu, kawasan ini juga bisa menjadi pendukung dari pariwisata itu sendiri untuk mendapat nilai positif untuk masyarakat, yaitu menambah sumber penghasilan secara pribadi dan secara umum. Kedepan, kegiatan bersih-bersih ini akan terus berlanjut melalui program bank sampah yang sudah berjalan di Desa Jatiluwih secara umum.

Ia menyebutkan kegiatan bersih-bersih itu pun diikuti oleh Camat Penebel, Perbekel Jatiluwih, Manajemen DTW Jatiluwih, serta masyarakat Desa Adat Soka, Kadus Kanginan, dan Persiki Senganan, sebagai penyangga objek DTW Jatiluwih dengan total 150 orang.

Dirinya menambahkan, untuk kegiatan bersih-bersih ini sudah rutin dilakukan di Desa Jatiluwih setiap 1 bulan sekali yang dilakukan oleh Manajemen bersama semua staf karyawan. Namun untuk di luar desa yang merupakan pintu masuk DTW Jatiluwih memang baru kali ini dilakukan. “Dan kita berharap berlanjut sampai adat Bugbugan dan Senganan,” pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia