Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Features
Sidang Promosi Doktor Mangku Pastika

Raih IPK Tertinggi, saat Kuliah Selalu Datang Lebih Awal di Kampus

05 Maret 2019, 09: 00: 04 WIB | editor : I Putu Suyatra

Raih IPK Tertinggi, saat Kuliah Selalu Datang Lebih Awal di Kampus

BAHAGIA: Made Mangku Pastika dan Ayu Pastika di sela acara sidang promosi doktor di Fakultas Hukum Unud kemarin. (KETUT ARI TEJA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika akhirnya resmi menyandang gelar doktor. Kemarin (4/3), Pastika menjalani sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar. Seperti apa?

Mantan gubernur dua periode yang menguasai sejumlah bahasa asing ini mempresentasikan disertasi cukup menarik. Judulnya, Pengaturan Kebebasan Pers dalam Penyelenggaraan Perdagangan Jasa Pariwisata Berkelanjutan. Lewat disertasi itu pula, mantan Kalahar BNN ini berhasil lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) mengagumkan. Mencapai 3,98. Sebuah angka fantastis. Bahkan disebut tertinggi. Sayang, Pastika tidak bisa mendapatkan cumlaude. Lantaran masa studinyanya mencapai 5 tahun 7 bulan.

Promotor Disertasi, Prof. Dr. Wirocana mengatakan Mangku Pastika sosok yang sangat disiplin. Bahkan setiap kuliah selalu lebih awal datang di kampus. “Bahkan 10 sampai 5 menit sebelum kuliah, sudah ada di kampus. Saudara Made Mangku Pastika mahasiswa cerdas. Bahkan sangat berbaur,” kata mantan Dekan Fakultas Hukum Unud ini.

Tak hanya itu, di awal – awal Mangku Pastika kuliah memang menjadi perhatian bahkan banyak yang minta swafoto. Namun seiring berjalan waktu, sudah biasa. “Bahkan malah (Mangku Pastika) biasa ngopi, duduk santai dengan mahasiswa lain di kantin kampus,” imbuhnya. “Suatu saat AC ruang kuliah mati, Mangku Pastika juga biasa, tidak masalah. Keringatan. Hanya teman – teman kuliahnya yang cewek banyak menawarkan tisu. Maaf Ibu Mangku,” seloroh Wirocana membuat seisi gedung penuh tawa.

Baginya nilai IPK 3,98 sebuah nilai luar biasa, mungkin tertinggi. tidak cum laude karena batas kuliahnya lewat, ini lantaran kesibukan menjadi gubernur. “Namun semangatnya menjadi inspirasi kita semua, kecerdasannya, bahkan menjalankan diri sebagai mahasiswa benar – benar rajin. Kehadirannya di atas 90 persen,” imbuhnya.

Sedangkan Dekan Fakultas Hukum Unud Prof. Dr. I Made Arya mengatakan bahwa dalam darah Made Mangku Pastika mengalir darah alumni Unud. “Mohon dikibarkan juga panji – panji Fakultas Hukum Unud, biar mendunia, dan selamat bagi keluarga sudah hadir sosok doktor. Doktor itu kebijaksanaan, ibarat payung tidak menghentikan hujan, namun bisa menembus hujan. Itu kebijaksanaan,” urainya.

Pastika mengatakan lulus program doktor merupakan titik awal baginya untuk memulai suatu perjalanan hidup ke depan karena menurutnya menyandang gelar doktor tidaklah sedarhana. “Ada tanggung jawab yang besar untuk terus belajar mengisi diri,” kata Pastika usai sidang kemarin.

Adapun topik yang diangkat dalam disertasi itu adalah Pengaturan Kebebasan Pers dalam Penyelenggaraan Perdagangan Jasa Pariwisata Berkelanjutan, dalam perjalanan penulisan tugas akhir itu lebih banyak membahas tentang kebebasan pers dibanding dengan persoalan hukum kepariwisataan. Ia menyampaikan ada beberapa hal atau nilai yang didapatkannya dalam proses menyelesaikan studi antara lain, pertama, tentang kebenaran dari filsafat Sanatana Dharma tentang desa, kala, patra yang ternyata sangat berkesesuaian dengan teori hukum modern yang disebut teori konteks, yang mencakup dimensi waktu, ruang dan segala isinya.

“Di sini saya mendapat kesimpulan memang Sanatana Dharma mengandung kebenaran abadi, bahkan masuk dalam hokum modern,” kata mantan Kapolda Bali ini. Kedua, ia menemukan bahwa kekuasaan, kekayaan, kemuliaan dalam waktu yang sangat singkat dapat berubah menjadi malapetaka apabila tidak dipergunakan untuk kebaikan bagi sesama.

Dan ketiga, bahwa ternyata setiap orang dikelilingi oleh orang-orang baik yang berhati baik dan  bertujuan baik. “Persoalannya adalah seberapa baikkah kita kepada orang-orang baik itu. Banyak hal yang saya dapat setelah menjalani dan menuntaskan kuliah S3 ini,” pungkas calon anggota DPD RI dapil Bali ini.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia