Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Kaligula Ikut Bersaing di DCDC Wacken Metal Battle

05 Maret 2019, 14: 20: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kaligula Ikut Bersaing di DCDC Wacken Metal Battle

BERSAING: Siap menunjukan taring untuk ikut bersaing dalam DCDC Wecken Metal Battle. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kaliuga salah satu band death methal asal Jimbaran, Bali mulai bangkit dan menunjukkan taringnya di skena industei musik setelah vakum selama 3 tahun. Kemunculannya ditandai dengan sebuah single yang mereka launcing pada 2008 lalu dengan tajuk ‘Meronta’. Dan kini, meski tidak melalui karya, band beraliran musik keras yang terbentuk sejak tahun 2007 silam ini semakin menggila setelah memastikan diri menjadi salah satu kandidat dalam gelaran DCDC Wacken Metal Battle di Ibukota Jakarta. 

“Ini bukti keseriusan kami dalam bermusik, kami tidak ingin mengulang kesalahan,”ujar Fajar sang vocalis saat ditemui di markasnya beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, dikatakan dengan tegas oleh Fajar bahwa apabila lolos pada ajang tersebut, pihaknya mampu mencapai salah satu target utama awal ditahun 2019. ”Mungkin semua band memiliki keinginan yang berbeda, tapi bagi kami kesempatan seperti ini kami akan manfaatkan,” tambahnya.

Terkait seperti apa persiapan jelang ajang DCDC Wecken Metal Battle yang akan digelar bulan Maret mendatang, Fajar enggan mengatakan secara gamblang. Ia mengaku jika beberapa materi mereka masih dirahasiakan. Akan tetapi, setiap materi yang mereka tuangkan kedalam sebuah lagu, bukanlah semata-mata sebuah kritikan atau nyanyian cinta, melainkan bagaimana mereka mencurahkan isi hatinya tentang kemanusiaan. “Yang pasti di moment ini kami ingin memanfaatkan moment dengan membawa isu atau fenomena sosial khususnya kemanusiaan,” imbuh Fajar.

Untuk diketahui, Kaligula sendiri diambil dari nama sebuah film jaman dahulu di Romawi kuno yang didalamnya berisi sebuah kisah nyata umat manusia yang penuh dengan jiwa setan. Dari arti nama itulah, band yang beranggotakan Fajar (Vocal), Vendit (Gitar), Ade (Bass), dan Monot (Drum) ini menyesuaikan dengan genre yang diperlihatkan sebagai karakter Kaligula yaitu Deat metal.

“Death methal adalah jiwa dan fashion dimana kami bisa mencurahkan seluruh emosi. Dan di sini kami juga mendapatkan sebuah kebahagiaan yang tak terkira, karena tidak semua band bisa memainkan genre tersebut,” tutup Fajar.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia