Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Produksi Kurang, Masyarakat Didorong Budidaya Lele

09 Maret 2019, 07: 56: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

Produksi Kurang, Masyarakat Didorong Budidaya Lele

LELE: Panen ikan lele hasil budidaya masyarakat di Badung, belum lama ini. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, BADUNG -  Kabupaten Badung masih kekurangan pasokan ikan lele. Kebutuhan lele perhari daerah itu mencapai 7 ton atau sekitar 2.520 ton pertahun. Sedangkan, produksi saat ini hanya sekitar 680,70 ton per tahun. Artinya, kekurangan pasokan mencapai 839,24 ton.

Kepala Dinas Perikanan Badung, I Putu Oka Swadiana mengatakan, pihaknya selama ini sudah berupaya menggenjot produksi ikan yang akrab dengan lumpur ini. “Ini menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami sejak awal menggenjot sektor perikanan air tawar, termasuk lele ini,” ungkapnya, Jumat (8/3).

Pejabat asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengaku pihaknya rutin memberikan pembinaan serta memberikan bantuan sarana produksi, baik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, serta dari Dana APBD Badung. “Ada pula hibah langsung dari Bapak Bupati. Harapannya produksi terus meningkat sehingga memenuhi kebutuhan pasar,” harapnya.

Lantaran masih minus pasokan, lanjut Oka Swadiana, sementara Kabupaten Badung masih mendatangkan dari luar daerah. Salah satunya dari Kabupaten Banyuwangi. “Lele lumayan diminati masyarakat. Di samping harga yang terjangkau, rasanya juga akrab dengan lidah,” jelasnya.

Berkenaan dengan itu, Oka Swadiana mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan guna budidaya lele. Saat ini, kata dia, budidaya ikan lele sangat mudah dan sederhana. Bahkan, dengan pembinaan yang dilakukan, sekarang sudah banyak masyarakat Badung yang telah melakukan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok dengan kolam terpal, kolam tanah, dan yang lain. “Kami harapkan tahun 2019 ini lebih banyak lagi masyarakat Badung yang melakukan budidaya ikan lele,” ujarnya.

Pria yang juga menduduki posisi Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan ini menambahkan, total produksi ikan air tawar secara keseluruhan mencapai 752,05 ton pada 2018. Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan produksi air tawar meningkat 5 persen. “Semoga target tercapai. Hal ini dalam rangka mendukung gerakan nasional gemar makan ikan,” tandasnya. 

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia