Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Olahan Rebung Padangan Ditarget Masuk Hotel

11 Maret 2019, 08: 22: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Olahan Rebung Padangan Ditarget Masuk Hotel

OLAHAN REBUNG: Olahan rebung yang dibuat Kelompok Kuliner Pawon Bali Desa Padangan, Pupuan, Tabanan diharapkan bisa masuk hotel. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Guna menggali potensi desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat, Desa Padangan berinovasi. Lewat Kelompok Kuliner Pawon Bali Desa Padangan, bambu muda atau alias rebung disulap jadi kuliner lezat.

Di Kecamatan Pupuan sendiri rebung memang makanan khas turun-temurun. Belakangan, rebung diolah dan dikemas dengan menarik. Bahkan untuk mengangkat derajat makanan tradisional ini, sudah melakukan penjajakan kerjasama dengan hotel, sehingga lebih berkelas.

Perbekel Padangan, I Wayan Wardita menjelaskan, rebung dari bambu jenis Tabah memang menjadi makanan tradisional turun-temurun masyarakat Kecamatan Pupuan. Kini, agar punya nilai jual tinggi, diolah dengan mesin pengolah khusus, bantuan dari Pemda Tabanan lewat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperindag) Tabanan. "Maksud kami ingin angkat potensi desa agar lebih berkembang," ujarnya Minggu (10/3). 

Dikatakan Wardita, Kelompok Kuliner Pawon Bali sudah mendapatkan bantuan mesin pengolahan tahun 2018. Tapi karena SDM baru dilatih mengolah rebung oleh pakar Rebung Udayana, pengolahan baru dimulai Januari lalu. Ini juga seiring musim tumbuhnya rebung tabah di wilayah Pupuan. "Rebung kami dapatkan dari masyarakat dan juga bekerja sama dengan BUMDes Sejahtera Mandiri Desa Padangan," sambungnya. 

Kata dia, rebung yang diolah murni tanpa bahan pengawet. Pasalnya ketika bambu muda tersebut dipetik langsung direbus dan ditaburi garam. Kemudian baru dimasukkan ke mesin pendingin khusus dengan temperatur tertentu. "Sehingga kami tidak masukkan bahan pengawet apapun karena tujuan kami mengolahnya murni," lanjutnya.

Wardita mengungkapkan, olahan rebung sudah dipasarkan di kawasani Tabanan sampai ke Denpasar. Harganya diklaim masih terjangkau, yakni Rp 17.000 per 200 gram. Pihaknya pun tengah menjajagi kerja sama dengan Perusahaan Daerah Dharma Santika guna pemasaran lebih luas. "Karena sekarang pemasaranya tergantung orang yang memesan. Belum rutin kami mengolah. Maka dari itu, tujuan kami Perusda yang membeli," imbuhnya.

Pihaknya pun memiliki target rebung Tabah pemasaranya bisa sampai ke hotel di seluruh Bali. Sebab rebung dari Pupuan ini memiliki kelebihan, berupa rasanya yang gurih dan tidak pahit. "Harapan dan target kami bisa dipasarkan ke hotel, meskipun saat ini dari ketersediaan modal belum mencukupi karena biaya proses sangat mahal," tandasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia