Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Female DJ Henny Andria; Nge-DJ Kerja Sampingan yang Favorit

12 Maret 2019, 10: 27: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Female DJ Henny Andria; Nge-DJ Kerja Sampingan yang Favorit

HOBBY: Bagi sosok DJ cantik ini, posisinya sebagai female DJ adalah sampingan. Namun tetap menjadi hobby yang terfavorit. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KUTA - Masing-masing talent yang menggeluti profesi sebagai seorang Disc Jockey (DJ) tentu memiliki alasan ataupun prospek serta tujuan atas pilihannya. Selain ingin serius mengembangkan karir di dunia entertaiment, peran peramu musik didunia Elektronic Dance Music (EDM) yang kian tumbuh berkembang di semua kalangan, khususnya para kawula muda ini juga bisaa dijadikan sebagai wadah penyalur hobi.


Hal itu pula yang diyakini oleh sosok dara muda cantik asal Bali yang sudah cukup lama bergeliat dengan dunia panggung hiburan malam yaitu Kadek Henny Andriani. Anak muda yang cukup moncer dan dikenal para party lovers Bali dengan nama panggung female DJ Henny Andria ini menuturkan jika keterlibatannya sebagai talent lokal female DJ ini semata-mata hanyalah untuk menyalurkan hobi bermusiknya.

“Jadi sejak tahun 2015, pas lagi kuliah semester 5 udah belajar nge-DJ. Tertarik dengan DJ pun karena itu tadi, suka sama musik dan hobi denger musik tempo nge-beat. Rasanya musik itu bikin mood aku bagus dan bisa ilangin beban,” tuturnya saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group) usai menghibur crowd Vi Ai Pi Club Bali beberapa waktu lalu.

Wanita asal Singaraja tersebut pun bercerita, jika awal mula kelihaiannya memainkan controller DJ berkat bimbingan banyak teman dan kerabat di daerah Singaraja. Ia pun sempat masuk dalam management DJ dan Kemudian terus berlanjut dengan belajar secara otodidak.

Bukan tanpa alasan, waktu itu, Henny saapaan akrabnya ini masih fokus untuk kuliah di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Namun kini, dara cantik kelahiran  27 juli 1995 tersebut merasakan ‘manisnya’ dari hasil kerja keras. Henny pun sudah mulai tampil ‘unjuk gigi’ di beberapa tempat hiburan malam ternama di pulau Bali. Bahkan tak hanya itu, kesehariannya juga terlihat sibuk tampil di bebapa venue, event, wedding party dan lain sebagainya. Meski sudah mumpuni di industri panggung hiburan, namun Henny menuturkan jika perannya sebagai female DJ tidak untuk dijadikan profesi.

“Bagi aku DJ hanya cukup kerja sampingan saya. Memang sempat jadi resident, tapi sudah selesai dan aku hanya mengambil job ketika ada waktu luang. karena saya kerja di hotel juga sebagai front office supervisor. Dan ya aku fokus ke kerjaan hotel. Menurut saya, DJ itu  hanya hobi. Karena saya saat ini masih menyukai kerjaan di hotel pada dasarnya,” jelasnya.

Meski demikian, penggemar musik bergenre twerk, techno, dan deephouse ini juga tidak memungkiri jika nge-DJ adalah bagian yang tetap jadi pekerjaan favorit-nya. Alasannya jelas, selain karena sudah merasa nyaman untuk bisa memainkan musik kesukaan serta menghibur club lovers, dirinya juga bisa bersosialisasi dengan banyak orang, kerabat, ataupun kenalan untuk menghilangkan lelah dari rutinitas kerja.

“Profesi DJ tetap jadi bagian favorit aku. Karena yang menarik dari dunia DJ adalah bisa menghibur. DJ juga bisa menghibur orang sekitar, bersosialisai, dan punya banyak relasi. Tentu untuk berbagi pengalaman sekaligus bisa melepas penat dari rutinitas. Makanya aku selalu mencari schedule yang tepat agar tidak bertabrakan dengan kerjaan aku di hotel,” tutur anak muda yang anti dengan rokok dan mengkonsumsi minuman keras ini.

Hal ini juga bisa ia buktikan lewat ciri khas penampilannya yang sangat friendly kala mendapat kesempatan untuk tampil diatas panggung.  Perempuan yang mengaku percaya diri ketika mengenakan kostum feminim ini mengungkapkan bahwa dirinya selalu berupaya memberikan seni pertunjukan yang menyenangkan.
Mulai dari meramu musik yang dipadukan dengan vokal hingga menyuguhkan lagu lawas untuk bisa beramai-ramai ikut nyanyi bersama. “Jadi rasa bahagia itu bisa sama-sama dirasakan. Hal ini yang bisa buat aku nyaman ketika tampil di atas stage,” tungkas Henny.

Sementara itu, terkait tanggapannya tentang fenomena perkembangan female DJ yang kian digandrungi kawula anak muda di pulau Bali, mahasiswi lulusan Diploma, jurusan Bahasa Inggris tersebut mengaku jika dirinya menyambut dengan pemikiran positif. Entah hadir dengan gaya seksi ataupun hanya bermodalkan paras cantik, Henny enggan untuk mengkritisi tetang persoalan tersebut.

“Profesi female DJ memang berkembang. Karena sekarang peminat musik sangat besar. Jadi wajar, bnyak yang berprofesi jadi DJ bahkan menekuninya. Dan saya juga  tidak peduli dengan kehadiran female DJ yang hanya bermodalkan paras cantik dan tubuh seksi. Tentu itu sudah menjadi tanggung jawab mereka sendiri dan cara mereka sendiri,” tutup Henny.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia