Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali
Kisruh Dana Hibah Klungkung

Dana Cair 27 Desember, 8 Januari Sudah Bisa Bikin LPj

13 Maret 2019, 20: 27: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dana Cair 27 Desember, 8 Januari Sudah Bisa Bikin LPj

TUNJUKKAN BUKTI: Kadisbupora Klungkung I Nyoman Mudarta menunjukkan hasil monitoring salah satu penerima hibah yang baru rampung pondasi saja. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Ada yang menarik dari kisruh dana hibah di Klungkung. Sebab, ada yang baru menerima hibah, tiba-tiba beberapa hari kemudian sudah bisa membuat laporan pertanggungjawaban (LPj). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Budpora) Klungkung I Nyoman Mudarta, Rabu (13/3).

Mudarta mencontohkan hibah pembangunan Pura Dadia Arya Kenceng di Banjar Cubang Dusun Cemulik, Desa Sakti Rp 700 juta. Saat monitoring 13 Februari 2019, pembangunan proyek yang juga menjadi bagian yang dilaporkan ke Polda ini, baru sebatas pondasi saja. Namun, penerima hibah sudah menyetor laporan pertanggungjawaban (Lpj) penggunaan dana hibah 8 Januari 2019. Padahal dananya dicairkan 27 Desember 2018. “Hanya beberapa hari setelah dana cair, bisa membuat Lpj,” ungkap Mudarta.

Sedangkan objek hibah pembangunan Pura Paibon Pasek Gelgel Pegatepan Wani, Banjar Adat Tulad, Desa Adat Tri Wahana Darma, Desa Batukandik Rp 36 juta, hingga kini belum menyetor Lpj. Namun juga tidak mengembalikan dana hibah. Padahal Lpj penggunaan hibah harus sudah diserahkan ke Pemkab Klungkung paling lambat 10 Januari 2019. Itu diatur pada Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bansos. Dana hibah ini juga menjadi salah satu yang dilaporkan ke Polda Bali.

“Kalau Pura Dadia Arya Kenceng bisa saja tidak mengembalikan karena sudah setor Lpj,” jelas Mudarta ditemui di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, pejabat asal Desa Tegak, Klungkung itu menegaskan, sebagai antisipasi dana hibah tak sesuai proposal, pihaknya sudah sempat mengumpulkan penerimanya sebelum dana cair. Untuk di Nusa Penida dikumpulkan 16 November 2018. Saat itu para penerima hibah diberikan penjelasan soal batas waktu penggunaan dana yang mepet. Terutama yang mendapat anggaran besar dan pengerjaannya memakan waktu panjang. “Saya sudah tanyakan “berani apa tidak mencairkan. Karena waktu mepet”. Sudah warning (peringatkan,Red) karena bisa bermasalah,” tandas mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung itu.

Ditemui terpisah, Pejabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung I Wayan Sumarta membenarkan ada sembilan penerima hibah mengembalikan dana dengan jumlah uang Rp 1.495.500.000. Penerima hibah yang sudah mengembalikan dan sudah menyetor surat tanda setoran (STS) ke Pemkab Klungkung, di antarnya panitia Pembangunan Pura Dukuh Suladri, Desa Gunaksa Rp 40 juta, Pura Bale Agung Desa Besan, Kecamatan Dawan Rp 750 juta, Pura Pasek Gaduh Banjar Pemenang, Desa Nyalian Rp 30 juta, Desa Pakraman Gepuh,Nusa Penida Rp 100 juta, Merajan Agung Gelgel, Desa Gelgel Rp 70 juta, Paibon Pasek Gelgel, Banjar Pulagan, Desa Adat Tri Wahana Giri, Desa Kutampi Rp 27 juta, Pura Dalem Telaga Sakti Banjar Batuguling, Desa Batukandik Rp 36 juta, Paibon Arya Kenceng Banjar Tulad, Desa Batukandik Rp 22,5 juta dan Pura Paibon Arya Kenceng, Banjar Cubang, Desa Sakti Rp 420 juta.

“Tidak hanya penerima hibah di Nusa Penida, di kecamatan lain juga ada mengembalikan, karena tidak bisa menggunakan. Waktu mepet,” terang Sumarta.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia