Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pohon Asam Keramat di Pura Dalem Tumbang, Warga Belum Berani Bersihkan

14 Maret 2019, 20: 45: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pohon Asam Keramat di Pura Dalem Tumbang, Warga Belum Berani Bersihkan

TUMBANG: Pohon Asam keramat yang tumbang di areal jeroan Pura Dalem Desa Pakraman Joanyar. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SERIRIT - Pohon asam yang berada di areal jeroan Pura Dalem Desa Pakraman Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng, tumbang. Sejumlah pelinggih pun rusak tertimpa pohon yang telah berusia lebih dari dua abad ini. Bahkan salah seorang masyarakat pun sempat kerauhan lantaran penghuni di pohon keramat ini telah bergeser. Warga pun belum berani membersihkan, karena masih menunggu pawisik.

Kelian Adat Desa Pakraman Joanyar Kajanan, Ketut Suyasa mengatakan pohon asam berdiameter 1,5 meter dengan tinggi 45 meter itu tumbang pada Selasa (12/3) malam. Kala itu hujan memang turun dengan sangat deras disertai angin kencang.

Hanya saja tumbangnya pohon berusia ratusan tahun ini baru diketahui masyarakat pada Rabu (13/3) pagi. Setelah pohon tumbang, pada Rabu lalu, Suyasa bersama para prajuru dan tokoh di desa, melakukan pengecekan.

Hasilnya, diduga akar pohon sudah kering dan membusuk, sehingga tumbang. Meski akar sudah kering, anehnya daun tetap hijau dan tumbuh subur. Bahkan pohon masih berbuah.

Akibatnya sejumlah pelinggih pun mengalami keruskan. Seperti piasan pura dalem dan pelinggih taru asam mengalami kerusakan berat. Begitu pula denang pelinggih sekepat sari, surya dan taksu yang tak luput dari kerusakan. Hanya saja masih kategori ringan.

Kendati sudah tumbang, namun dahan pohon asam belum dibersihkan. Bahkan cenderung masih dibiarkan menimpa pelinggih-pelinggih tersebut. Rupanya ada pertimbangan niskala mengapa belum dibersihkan.

Pasalnya masyarakat belum berani membersihkan lantaran Pohon Asam yang tumbang tersebut tergolong kramat. “Ada krama kami yang kerauhan. Katanya yang melinggih di pohon ini sudah megingsir (berpindah, red) karena linggihnya (stana, Red) tumbang,” ujar Suyasa saat ditemui Kamis (14/3) siang.

Dalam waktu dekat, krama sebut Suyasa akan melakukan nunas baos serta menggelar upacara secara niskala. Ia pun meyakini jika yang berstana di pohon asam keramat ini adalah makhluk halus."Konon yang berstana di pohon asam ini namanya Dadong Jaggal,” imbuhnya.

Bahkan Pihak BPBD sebut Suyasa sudah ingin membantu untuk membersihkan pohon yang tumbang ini. Namun pihaknya pun belum berani mengizinkan. Sebab Pura Dalem ini sangat pingit sekali. Pihaknya pun berencana akan berembug dengan prajuru adat untuk menentukan kapan sekiranya upacara secara niskala itu akan dilakukan.

“Jadi Kami akan matur poiuning dulu. Siapa tahu ada petunjuk-petunjuk dari Bhatara/Bhatari, sekaligus mohon keselamatan juga. Apabila sudah siap, kami akan minta bantuan BPBD membersihkan ini,” jelas Suyasa.

Meski sejatinya kerusakan ini menjadi tanggung jawab masyarakat desa pakraman, namun Suyasa berharap agar pemerintah dapat membantu pihaknya melakukan perbaikan. Mengingat jumlah pengempon Pura Dalem ini hanya 600 kepala keluarga. Dimana 80 persennya berprpofesi sebagai petani.

"Masyarakat kami di sini kemampuannya sangat rendah sekali. 80 persen warga berpofesi sebagai petani. Oleh karena itu kami sangat berharap pemerintah dapat membantu kami untuk melakukan perbaikan," tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia