Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diserang Hama Tikus, Petani Serokadan Gagal Panen

14 Maret 2019, 21: 34: 23 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Diserang Hama Tikus,  Petani Serokadan Gagal Panen

MASIH HIJAU : Meski diserang hama tikus, salah satu lahan di Subak Delod Setra, Dusun Serokadan, Desa Apuan, Susut, Bangli terlihat masih hijau. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, BANGLI - Para petani di tiga subak Dusun Serokadan, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli frustasi lantaran ratusan hama tikus menyerang tanaman mereka saat memasuki masa panen. Karena sudah tiga kali gagal panen,  petani menelantarkan lahannya. 

Menurut salah seorang petani, Nengah Sadia, 65, tiga subak yang diserang hama tikus adalah Subak Piting, Delod Setra, dan Ulun Desa, tetapi yang paling parah adalah Subak Piting.

Akibat serangan hama tikus, kakek enam cucu itu mengaku rugi besar. Pasalnya, tiap panen biasanya dia bisa mengumpulkan beras sebanyak 35 karung. Namun kali ini, hasil panennya nihil. Menurutnya, tikus memakan tanaman padi ketika berumur satu setengah hingga dua bulan masa tanam. "Jumlah tikus lumayan banyak, ada ratusan. Biasanya pukul 4 sore atau pukul 6 sore tikus sudah mulai merusak tanaman.  Tiga kali tiang (saya) sudah  rugi," tutur Sadia.

Dia sempat menanam bunga pacar air dan ketela pohon, tetapi tikus-tikus tetap mengganas. Tanaman bunganya juga dirusak. Sadia mengatakan, berbagai cara sudah dilakukan para petani. Pihaknya pernah menggelar upacara untuk mengusir hama tikus,  bhkan sempat menabur bubuk racun, tetapi semuanya tak mempan. Hingga kini petani memilih rehat dari aktivitas menanam padi, meski saat ini musim tanam.

Petani lainnya, I Nengah Mongoh, 67, mengatakan, dari 70 hektar lahan persawahan di tiga subak tersebut, hampir setengahnya pernah diserang hama tikus. "Kami berharap Dinas Pertanian mau membantu," harapnya.

Diminta konfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sukartana, mengaku akan menurunkan tim Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) di tiga subak Serokadan. "Kami akan cek ke lokasi. Apabila diperlukan tindakan, kami segera turunkan tim. Kami juga koordinasikan ke pakaseh," ucapnya melalui pesan singkat, Kamis (14/3) malam.

(bx/aka/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia