Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Minim Personil, Sinergitas Basarnas Ditingkatkan

14 Maret 2019, 22: 29: 45 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Minim Personil, Sinergitas Basarnas Ditingkatkan

PELATIHAN : Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyelenggarakan Pelatihan Potensi SAR tehnik pertolongan di permukaan air (water rescue), Kamis pagi (14/3). (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, NEGARA – Meski jumlah personil Basarnas hingga saat ini masih minim, sinergitas Basarnas terus ditingkatkan untuk menghadapi situasi darurat.

Personil Basarnas di Jembrana hanya berjumlah 15 orang, yang jelas sangat kurang dibanding luas wilayah perairan dan juga potensi bencana maupun musibah yang rawan terjadi di bumi makepung ini. Dengan keterbatasan tersebut,  diharapkan sinergitas dan kerjasama yang solid bersama potensi SAR baik instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat dan organisasi berpotensi SAR lainnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsma TNI, Faturahmam Indrajaya seusai membuka pelatihan Potensi SAR di Jembrana, Kamis (14/3).

Dikatakannya, untuk di Bali jumlah personil hanya 124 orang dengan jumlah wilayah perairan yang sangat luas dan ditambah  wilayah perairan yang menjadi objek wisata. “Jadi kami harus senantiasa meningkatkan profesionalisme karena menyangkut image pariwisata Bali," ujarnya.

Dalam melaksanakan tugas di bidang pencarian dan pertolongan, sambung Indrajaya, Basarnas tidak dapat bekerja sendiri. Dengan diselenggarakannya pelatihan potensi SAR, Basarnas dan pemerintah Provinsi Bali khususnya Kabupaten Jembrana, sepakat untuk menjalin kerjasama dalam menyiapkan SDM yang mumpuni di bidang SAR, yakni dalam penguasaan tehnik pertolongan di permukaan air (water rescue).

Selain itu, Basarnas, menurutnya, senantiasa secara aktif melakukan pembinaan potensi SAR, terlebih lagi kondisi geografis Kabupaten Jembrana didominasi perairan yang notabene banyak terdapat aktifitas pelayaran.  Dipilihnya Jembrana sebagai lokasi pelatihan,  karena Kabupaten yang berada di ujung barat Provinsi Bali ini merupakan pintu masuk dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk dan sebagai tempat penghasil ikan laut terbesar.

Pelatihan, Kamis (14/3), diikuti 65 peserta, terdiri dari instansi pemerintah, nelayan dan pelaku pariwisata, dengan tenaga pengajar sebanyak 14 instruktur yang semuanya merupakan rescuer terlatih dan mempunyai keahlian khusus dalam penanganan SAR di perairan.

Pada hari pertama para peserta diberikan materi-materi dasar, sedangkan pada akhir pelatihan akan dilakukan praktik langsung di Candikusuma. Pelatihan water rescue ini diharapkan mampu menciptakan SDM yang handal dan profesional sehingga saat menghadapi kondisi sesungguhnya, para peserta pelatihan potensi SAR sudah siap.

(bx/tor/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia