Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Enam Tahun Pacaran, Budiarsa Penyandang Disabilitas Nikahi Dayu

15 Maret 2019, 15: 28: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Enam Tahun Pacaran, Budiarsa Penyandang Disabilitas Nikahi Dayu

DISABILITAS: I Ketut Budiarsa saat ditemui di rumahnya, di Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, Jumat (15/3). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, GIANYAR – Salah seorang penyandang disabilitas asal Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, I Ketut Budiarsa melepas masa lajangnya di usia 35 tahun. Saat Bali Express (Jawa Pos Group) menemui di kediamannya, Jumat (15/3) ia mengaku menikahi Ida Ayu Ketut Kenari yang sudah dipacarinya sejak enam tahun lalu.

Dalam kesempatan itu, Budiarsa juga menjelaskan perjalanan hidupnya mengapa  kondisinya seperti itu dan sampai akhirnya nekat menikahi seorang Dayu dengan sistem kawin lari. “Saya bertemu dengan istri saya ini sudah beberapa tahun lalu. Kemudian ada rasa dan memulai pacaran sejak enam tahu, itu pun kita bertemunya di yayasan. Karena ia juga penyandang disabilitas dengan polio,” terangnya.

Disinggung kenapa berani mengambil keputusan untuk menikahi seorang dayu asal Rendang, Karangasem tersebut Budiarsa mengaku memang sempat ada kekhawatiran. Lantaran bagaimana kedepannya dalam berumahtangga hingga di dalam masyarakat. Meski sempat merasa khawatir, namun hal itu terjawab pada acara pernikahannya Kamis dua hari lalu (14/3).

“Sekitar satu tahun lalu saya bicara dengan istri saya ini untuk mencari pertimbangan dan komitmen. Bagaimana kedepannya, agar bisa dilakukannya pernikahan dan kelangsungan hidup berumahtangga. Makanya sambil berdoa bersamaan menanggung apapun yang terjadi, karena ketika ada usaha pasti ada jalan yang terbaik,” tegas Budiarsa.

Diuangkapkan juga karena pacarnya tersebut seorang Ida Ayu membuatnya harus melakukan perkawinan dengan sistem kawin lari. Ia menyatakan apaun yang terjadi di dunia ini memang harus dijalani dan harus berani mengambil keputusan. Dia meyakini tidak ada hal yang abadi di dunia ini.

Dayu Ketut Kenari yang baru sehari  resmi menjadi istrinya tersebut merupakan bendaharanya di yayasan penyandang disabilitas di Tampaksiring. Sedangkan Budiarsa sendiri merupakan ketua yayasannya. “Saya berani menjalankan ini karena Dayu sosok yang terbaik buat saya. Begitu juga dia memiliki jiwa penyabar. Sehingga saya bisa jatuh hati kepada dia, begitu juga sebaliknya,” pungkasnya.

Budiarsa melanjutkan saat ini ia diberikan keringan di banjar. Mengingat ia penyandang disabilitas dari segi tenaga ia diringankan, namun secara iuran masih dikenakan. Walapun diberikan keringanan, dia sendiri masih memikirkan pekerjaan apa yang bisa ia lakukan ketika ada kegiatan ngayah di banjar nanti.

Disinggung terkait kelanjutan pernikahannya, sudah pastinya ia berharap memiliki seorang keturunan. “Biasanya kalau teman-teman saya penyandang disabilitas yang sudah berkeluarga memiliki anak yang normal. Meski keduanya kedua orang tuanya penyandang disabilitas,” ungkap dia.

Pria asli Kedewatan, Ubud ini juga mengaku prosesi pernikahannya berjalan pada umumnya. Prawedding di tiga lokasi pun dilakukannya. Namun dalam melakukan aktivitas persiapannya tersebut dia dibantu oleh relawan dan keluarganya sendiri. Terlebih sponsor yang ia dapatkan berupa konsumsi mengalir dari teman-temannya.  

Ditanya kegiatan sehari-harinya, Budiarsa menjelaskan ia dibantu oleh orang tuanya. Sedangkan saat ini tangannya berada pada istrinya. Karena ketika mau beraktifitas dan bepergian istrinya bisa berjalan dengan menggunakan tongkat. Begitu juga dengan mengendarai sepeda motor masih bisa dengan bantuan roda tambahan, terkadang jika mau ke yayasan Budiarsa meminta bantuan sopir di yayasan untuk menjemputnya.

“Kalau di rumah saya sebenarnya jarang pakai kursi roda, lebih sering jalannya menggunakan pantat. Sama seperti kakak-kakak saya. Kalau saya sediri memang tidak berani mengendarai motor, takutnya tulang yang ada semakin rapuh lagi,” imbuh Budiarsa.  

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia