Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Penyelenggaraan Navigasi Bandara Letkol Wisnu Dialihkan

15 Maret 2019, 19: 42: 58 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Penyelenggaraan Navigasi Bandara Letkol Wisnu Dialihkan

NAVIGASI: Kepala Dinas Perhubungan Buleleng Gede Gunawan A.P menyerahkan penyelenggaraan Navigasi Bandar Udara (Bandara) Letkol Wisnu kepada AirNav Indonesia yang diwakili Direktur Keamanan, Keselamatan, dan Standarisasi Yuliar Hasibuan. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng siap mengalihkan penyelenggaraan Navigasi Bandar Udara (Bandara) Letkol Wisnu kepada Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (LPPNI) atau yang lebih dikenal dengan AirNav Indonesia. Nantinya, AirNav Indonesia akan memegang kendali penuh atas penyelenggaraan Navigasi penerbangan di Bandara Letkol Wisnu.

Hal tersebut terungkap saat dilaksanakan rapat finalisasi rencana pengalihan penyelenggaraan Navigasi antara Pemkab Buleleng dan AirNav Indonesia, di Markas Besar AirNav Indonesia, Tangerang-Banten, Kamis (14/3). Pada kesempatan tersebut, Pemkab Buleleng diwakili Kepala Dinas Perhubungan Kab. Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra, sedangkan pihak AirNav diwakili  Direktur Keamanan, Keselamatan, dan Standarisasi Yuliar Hasibuan.

Dihubungi via telepon, Kadis Gunawan mengungkapkan, selama ini yang memegang kendali atas Navigasi di Bandara Letkol Wisnu adalah Dinas Perhubungan Buleleng. Namun, mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 60 Tahun 2016 Tentang Pengalihan Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan, maka penyelenggaraan navigasi di Bandara yang terletak di Buleleng Barat tersebut wajib diserahkan kepada LPPNI.

Diakuinya, Pemkab Buleleng telah beberapa kali melakukan penjajakan pengalihan penyelenggaraan navigasi dengan pihak AirNav Indonesia. Pemkab Buleleng  sudah siap melaksanakan serah terima melalui konsep Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah disiapkan oleh Bagian Pemerintahan Setda Buleleng.

"Bandara yang statusnya milik negara sudah langsung (dengan LPPNI), tetapi Bandara yang statusnya milik Pemkab, wajib melaksanakan MoU (kerja sama pengalihan penyelenggara navigasi, Red)," ungkapnya.

Masih kata Gunawan, selain navigasi penerbangan pesawat, AirNav Indonesia juga memiliki kewenangan di bidang informasi Aeronautika, informasi Meteorologi, dan SAR. Karena, menurutnya, secara teknis AirNav memiliki kompetensi untuk melaksanakan penyelenggaraan pelayanan kenavigasian dan informasi yang berhubungan dengan aeoronautika.

Kendati kewenangan penyelenggaraan navigasi penerbangan di Bandara Letkol Wisnu diambil alih AirNav Indonesia, aset yang nantinya dimanfaatkan  penyelenggara Navigasi, masih sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemkab Buleleng. Sehingga, selain pengalihan penyelenggaraan navigasi, pemanfataan aset Pemkab Buleleng juga menjadi poin penting dalam (PKS) yang akan ditandatangani.


“Ini kan Pemkab yang punya asetnya, terus akan digunakan oleh Airnav. Mereka nantinya harus membayar kontribusi kepada Pemkab Buleleng dan masuk sebagai pendapatan daerah,” terang Kadis Gunawan.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia