Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Buka-Tutup

15 Maret 2019, 21: 02: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Buka-Tutup

DITUTUP : Suasana dermaga pelabuhan Gilimanuk pasca ditutup akibat angin kencang, Jumat (15/3) (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, JEMBRANA - Hujan deras disertai angin kencang melanda Selat Bali, sejak Jumat pagi (15/3) kemarin. Kecepatan angin yang bertiup mencapai 30 knot dengan ketinggian gelombang sampai satu meter. Akibatnya, jarak pandang nahkoda kapal yang berlayar di Selat Bali sangat terbatas karena kabut tebal.

Dengan kondisi tersebut, Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) kemudian memutuskan untuk menutup sementara penyebrangan lintas Jawa-Bali mulai pukul 07.20 wita. Sebanyak 32 kapal yang sebelumnya beroprasi, untuk sementara tidak melakukan pelayaran dan mencari tempat yang aman. Kapal yang sudah selesai bongkar muat juga diminta untuk tetap sandar di dermaga. Setelah satu jam penyebrangan di selat Bali lumpuh akibat angin kencang dan hujan deras, sekitar pukul 08.20 wita cuaca mulai membaik dan pihak UPP kemudian membuka kembali penyebrangan. Seluruh kapal yang sebelumnya berlindung di tempat aman, langsung melanjutkan pelayaran begitupula yang sudah selesai bongkar muat.

“Penundaan sementara penyebrangan ini dilakukan karena cuaca buruk yakni angin kencang dan hujan sesuai informasi dari kapal-kapal,” ujar Kepala UPP Kelas III Gilimanuk, I Ketut Aryadana.

Menjelang tengah hari, sekitar pukul 12.00 wita, cuaca buruk kembali terjadi. Angin kencang dengan kecepatan sampai 40 knot dan mendung tebal yang disusul hujan lebat kembali mengguyur Selat Bali. Kabut yang terjadi di selat Bali mengakibatkan  penyebrangan Gilimanuk-Ketapang kembali ditutup mulai pukul 12.00 wita.

Setelah dua jam penyebrangan ditutup, cuaca buruk masih terus terjadi dan kendaraan yang akan menyebrang menumpuk di parker pelabuhan. Baru menjelang sore perlahan cuaca mulai membaik dan sekitar pukul 14.30 wita atau setelah dua setengah jam ditutup penyebrangan dibuka kembali dan semua kapal kembali beroprasi. Pihaknya dikatakan Aryadana tidak mau mengambil resiko akibat kondisi cuaca buruk di Selat Bali ini. Begitu pihak kapal menilai cuaca membahayakan, sambungnya, maka penyebrangan segera ditutup untuk sementara.

“Buka tutup penyebrangan ini kami lakukan demi keselamatan pelayaran,” pungkasnya.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia