Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Lima Tahun Lagi, Produk Non Gadai Ditingkatkan

16 Maret 2019, 08: 08: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lima Tahun Lagi, Produk Non Gadai Ditingkatkan

PERAYAAN : Salah satu kegiatan peringatan HUT PT Pegadaian (Persero) yang dilakukan jajaran Kantor Pegadaian Kanwil VII Denpasar. (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Transformasi yang sedang gencar dilakukan PT Pegadaian (Persero) tidak hanya merambah pada layanan digital saja. Hal serupa juga berlaku dalam pengembangan sejumlah produk Pegadaian yang sudah ada.  

Pengembangan produk ini kemungkinan akan diterapkan dalam beberapa produk pembiayaan. Misalnya, pembiayaan yang mungkin tanpa memakai jaminan lagi. Seperti unsecured lending.

"Kami juga akan masuk ke situ. Kalau selama ini kami masih menggunakan sistem gadai, kami murni menggunakan sistem fidusia atau tanpa jaminan. Itu sedang kami rintis ke sana," sebut Deputi Bisnis Pegadaian Area Denpasar, Sucahya P. Laksana, Jumat kemarin (15/3).

Kemudian, peningkatan sejumlah produk non gadai lainnya. Kendati "bokor" utama PT Pegadaian (Persero) adalah gadai. Pengembangan produk ini mesti dilakukan.

Apalagi dalam lima tahun ke depan, proporsi produk yang ada sejauh ini akan diubah. Bila awalnya 80 persen didominasi produk gadai dan 20 persen produk non gadai, ke depannya akan ditarget 60 produk gadai dan 40 produk non gadai.

Menurut Sucahya, ada tren menarik yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Pertumbuhan produk pegadaian yang paling menanjak pada pada lini produk mikro. Macam, produk pembiayaan, permodalan, dan usaha mikro. Serta kepemilikan kendaraan bermotor. 

“Nantinya kami akan menuju ke 60 persen gadai dan 40 persennya nongadai. Kami akan menuju ke situ tetapi tidak berarti meninggalkan gadai. Lebih meningkatkan nongadai melalui produk-produk yang lain,” tukasnya.

Perubahan proporsi ini, sambungnya, sudah tepat sesuai dengan era yang berlangsung saat sekarang. Kalau sebelumnya dalam produk gadai tentunya menggunakan barang fisik sebagai jaminan. Kini, sesuai eranya, sudah banyak menggunaan pembiayaan tanpa jaminan atau unsecured lending.

Pertimbangannya tidak lain jika pegadaian tetap mengandalkan gadai, justeru akan ditinggal nasabahnya. “Kami juga akan memulai ke unsecured lending seperti itu misalnya seperti perbankan dan lembaga-lembaga keuangan yang lain,” tegasnya.

Sedangkan pada lini produk investasi emas, terutama untuk tabungan emas, juga akan dioptimalkan. Kalau sebelumnya untuk kepemilikan emas dirasa belum optimal, kali ini Pegadaian Kanwil Denpasar akan mengoptimalkan tabungan emas yang lebih murah.

“Banyak produk lain yang notabene adalah untuk lebih meningkatkan kinerja pegadaian dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di era persaingan ini tentunya pegadaian tidak hanya berdasar kepada gadai saja,” paparnya.

Terkait dengan peringatan HUT PT Pegadaian (Persero) Ke-118, pihaknya juga memeriahkannya dengan berbagai kegiatan lomba. Di antaranya Kick Off yang digelar pada hari ini, Sabtu (16/3), yang diikuti oleh jajaran Kantor Pegadaian Denpasar 1 dan Denpasar 2.

Kegiatan lomba dimulai dengan pertandingan futsal, bulu tangkis, tenis meja, dan bola voli. Selain itu juga ada perlombaan yaitu literasi dan cerdas cermat. Kemudian lomba vlog untuk anak-anak dan terakhir lomba fotografi.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia