Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Jalan Rusak, Warga Rendang Mesadu ke Dewan

19 Maret 2019, 22: 16: 15 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Jalan Rusak, Warga Rendang Mesadu ke Dewan

MESADU: Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi saat menerima warga terkait jalan rusak di Pejeng-Kesimpar, Karangasem. (Humas DPRD Karangasem)

BALI EXPRESS, AMLAPURA- Jalan yang menghubungkan Dusun Kesimpar, Desa Besakih, Kecamatan Rendang dengan Dusun Pejeng, Desa Menanga, Kecamatan Rendang sudah rusak sejak tahun 2004. Agar jalan tersebut cepat diperbaiki, perwakilan kedua dusun mesadu (mengadu) ke DPRD Karangasem, Selasa (19/3).

Perwakilan kedua dusun diterima Ketua DPRD I Nengah Sumardi didampingi sejumlah anggota dewan dan Sekretaris DPRD Karangasem I Wayan Ardika, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karangasem I Ketut Sedana Merta.  

Wayan Ariawan yang memimpin rombongan mengungkapkan, jalan itu terakhir diaspal tahun 2000 lalu, dan mengalami kerusakan sekitar tahun 2004. Bertahun-tahun tak diperbaiki, kerusakan semakin parah hingga warga di dua dusun gotong royong mengurug jalan dengan tanah. Itu dilakukan untuk memperlancar akses masyarakat “Kami menyewa loader untuk mengurug jalan, karena merupakan jalan satu-satunya menghubungkan Dusun Pejeng ke Kesimpar,” sebutnya. Hal serupa diungkapkan warga lainnya I Gusti Lanang Rai. Warga Pejeng berharap jalan segera diperbaiki. 

Kepala Dinas PUPR Karangasem I Ketut Sedana Merta menerangkan, perbaikan jalan tersebut sudah dianggarkan melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun ini sebesar Rp 2,4 miliar. Saat ini dalam persiapan tender. "Jika ada penawaran,  saya kira Mei  sudah bisa dilaksanakan, karena uangnya sudah di kas daerah,” kata Sedana Merta. 

Sedana Merta pun menyebutkan, perbaikan jalan itu sudah sempat dianggarkan pada tahun 2017 lalu. Namun karena saat itu status Gunung Agung berada di level IV (Awas), dan wilayah itu masuk zona bahaya, proyek itu pun tidak bisa dikerjakan. Sempat akan dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2018, tetapi  gagal lantaran tidak ada APBD perubahan. 

Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi memastikan, Dewan akan melakukan pengawasan terhadap rencana perbaikan yang dianggarkan PUPR Karangasem. Pihaknya berharap proses tender berjalan lancar, sehingga paling lambat Mei jalan itu sudah digarap.

"Karena sudah dianggarkan dan akan masuk tender, ditunggu saja," jelasnya. Sama halnya dengan penjelasan Sedana Merta, politikus Partai Golkar itu menyebutkan perbaikan sudah dianggarkan tahun 2017. Namun baru digarap gotnya. Itu pun belum selesai, karena  aktivitas Gunung Agung naik ke level IV (Awas). Proyek tidak bisa dilanjutkan karena kawasan itu masuk zona rawan bencana erupsi Gunung Agung. "Kami harap masyarakat sabar. Kami dari Dewan tetap melakukan pengawasan," tandas Sumardi.

(bx/wan/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia