Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Female DJ Onanara; Tak Ingin Disebut Perempuan Gampangan

21 Maret 2019, 09: 26: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Female DJ Onanara; Tak Ingin Disebut Perempuan Gampangan

FOKUS: DJ Onanara fokus untuk menuntaskan Pendidikan, untuk menepis bahwa perempuan yang menjadi DJ bukan perempuan gampangan. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KUTA - Sosok cantik yang tengah jadi ‘buah bibir’ perbincangan para party lovers di Bali ini, ternyata punya cara pandang berbeda untuk menciptakan brain seorang talent lokal female Disc Jockey (DJ) yang bergengsi. Tidak melulu dengan memperlihatkan fashion style atau kostum yang ‘sexy elegant’ sesuai karakternya.

Akan tetapi dia ingin turut memprioritaskan pendidikan adalah salah satu cara agar bisa ‘memulihkan’ stigma buruk tentang profesi yang lekat dengan kehidupan malam ini. Female DJ Onanara sebelumnya sempat mengatakan, bahwa anggapan miring sebagain masyarakat tentang dirinya yang kerap tampil sebagai ‘captain party’ di club ataupun diskotik. Terlebih khusus bagi kaum lelaki hidung belang, female DJ Onanara sering dianggap perempuan ‘gampangan’ yang kapan saja bisa diajak kencan. 

Dan demi mematahkan kesan atau stigma buruk itu, pemilik nama lengkap Ayu Dyah Nara Rukmini dengan tegas mengaku jika dirinya memiliki niat untuk lebih mempelajari sekaligus menguasai teknik ataupun musik elektro sebagai jargon utama di skena industri musik Elektronic Dance Music (EDM). Tidak hanya itu, ditambah dengan attitude baik Onanara meyakini akan merubah mainset kaum lelaki terhadap profesi nge-DJ yang sudah cukup lama ia geluti, sejak tahun 2011 silam.


Namun nyatanya hal itu tidak cukup lengkap bagi Onanara untuk bisa memperbaiki nama baik sebagi seorang peramu musik di panggung industri hiburan malam. Bagi perempuan kelahiran 16 Oktober 1993 ini, latar belakang pendidikan sangat berpengaruh pada posisi profesi DJ perempuan. Sehingga, pendidikan termasuk salah satu bagian yang sangat diutamakan bagi Onanara. “Bagi aku peran pendidikan ini sangatlah penting bagi talent-talent DJ perempuan seperti aku. Ya, bisa menjadi salah satu bukti lah ya, bahwa nge-DJ adalah pekerjaan positif yang memang diperani juga oleh orang-orang yang punya pendidikan. Bagi aku sih, manfaatnya penyeimbang. Kalau bisa sambil nge-DJ dan juga sambil menempuh pendidikan juga,” jelas Onanara saat ditemui koran Bali Express (Jawa Pos Group) Selasa malam lalu (19/3).


Selain bisa mengubah cara pikir masyarakat terhadap profesi DJ, lanjutnya, pendidikan juga sangat berdampak baik terhadap pola pikir dan wawasan. Terlebih khusus bagi kaum hawa yang sebaya dengan-nya. Terlebih di era saat ini, eksistensi peran kaum perempuan harus tetap dipertahankan. dan tentu salah satu caranya adalah dengan menempu pendikan.

“Kalau aku, pendidikan penting banget ya untuk kaum wanita terutama dimasa kini. Karena aku pribadi ngak mau jadi perempuan yang gampang di bodohi oleh dunia. Apalagi sekarang yang paling pelik adalah keterlibatan perempuan di dunia politik. Nah kaum perempuan harus jeli dan pintar agar ga gampang di bodoh-bodohi. Maka dari itu, perempuan masakini harus bisa menuntut ilmu setinggi2nya, udah gada lagi jaman perempuan ga usah sekolah tinggi2 ujung2nya bakal jadi ibu rumah tangga, no !!! Prempuan skrg tidak boleh tertindas dari pendidikan,” tegasnya.


Tidaklah heran, jika saat ini Onanara serius dan sibuk degan jadwal kuliah yang baru ia tempuh di Pascasarjana Ilmu hukum Pidana, Undiknas-Bali. Alumnus S1 Hukum Mahasaraswati yang lihai di dunia seni tari ini mengaku, dirinya ingin hadir di dunia panggung hiburan dengan kesan positif. Dengan maksud, disatu sisi sebagai wadah penyalur hobi yang juga memanfaatkan peluang di tengah berkembangnya musik EDM dan disatu sisi ingin coba mengembangkan bakat dalam bermusik.

“Kalau masalah DJ memang saat ini sangat menjanjikan karir. Tapi kalau untuk berkepanjangan tentu jelas tidak. Karena kalau intertaiment, perempuan ngak terus-terusan muda kan?. Jadi nge-DJ hanya aku jadikan hobi yang menghasilkan untuk saat karir saat ini. tp untuk kedepannya sampai ke masa tua tentu tidak. Maka dari itu aku menuntut  ilmu setinggi-tinggi-nya, karena aku punya tujuan kedepannya yang pengen banget bergelut dibidang hukum. Entah itu dosen hukum, kejaksaan dan lain,” papar Onanara yang terinfluence sosok Najwa Sihab.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia