Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

TPA Temesi Overload, Hanya Tampung Sampah Swadaya Masyarakat

21 Maret 2019, 17: 42: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

TPA Temesi Overload, Hanya Tampung Sampah Swadaya Masyarakat

GUNUNG SAMPAH : Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Temesi, Gianyar yang tampak menggunung, Kamis (21/3). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di Desa Temesi, Gianyar  Kamis (21/3) tampak sudah melebihi kapasitas. Sehingga untuk mengantisipasi TPA itu overload lebih parah lagi, sekarang hanya menerima kiriman sampah dari masyarakat. Sedangkan sampah dari pengangkatan petugas Dinas Lingkungan Hidup dikirim ke TPA Suwung.

Salah satu warga setempat, Putu Pande Weshimar mengaku sekitar lima tahun lalu dikatakan sudah sempat ada pemilahan sampah plastik. Bahkan pemilahan tersebut dilangsungkan juga dengan pemanfaatan sampah plastik dengan cara didaur ulang. “Sempat dulu didaur ulang jadi alat-alat tulis kalau gak salah, ada juga dijadikan tas, sampai sandal,” paparnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Bahkan saat ini, Putu Wes sapaan akrabnya mengaku karyawan yang mengerjakan daur ulang tersebut sebagian besar dari warga setempat.  “Karyawannya kebanyakan dari desa di sini, cuma trainernya dari orang luar. Tapi sekarang tidak tahu kelanjutannya,” ungkap Putu Wes.

Sedangkan Kepala UPT Pengolahan Sampah Temesi, Gianyar, Ketut Bambang Suandi, mengaku telah menerapkan kebijakan Bupati Mahayastra. Yaitu Sejak 1 Maret tahun 2019, kebijakan terkait sampah yang dipungut dari petugas DLH Gianyar tidak lagi mengirim sampah ke TPA Temesi, namun dikirim ke TPA Suwung, Denpasar Selatan.

Hal itu juga dikatakan sebagai salah satu jalan keluar. “Sampah yang dipungut petugas DLH Gianyar dan sampah yang dipungut masyarakat semuanya dibawa ke TPA Temesi, namun sejak 1 Maret 2019, sampah yang dipungut DLH Gianyar dikirim ke TPA Suwung. Sekarang hanya sampah yang dipungut masyarakat saja dikirim ke TPA Temesi,” jelasnya.  

Diketahui TPA Temesi luasnya mencapai 4 hektar 40 are, yang di dalamnya ada Yayasan Pengelolaan Sampah Temesi. Yayasan itu selain membuat kompos atau pupuk bagi sampah organik, namun juga  kini sudah memiliki pengelolaan sampah melalui sistem bank sampah.  Bahkan masih menangani sampah an-organik seperti plastik-plastik.

Ia menambahkan saat ini sampah plastik tersebut dikumpulkan dan dikirim ke Surabaya untuk diolah kembali. Sedangkan sampah yang sudah dipilah-pilah dari desa langsung masuk ke Yayasan. Sementara sampah swadaya masyarakat yang masih tercampur  dikirim ke blok Lempil. Pada blok Lempil, sampah akan dipilah-pilah oleh pemulung. Dimana pemulung hanya mencari sampah-sampah yang bisa didaur ulang.Sedangkan sampah organik akan dikelola Yayasan dijadikan pupuk organik. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia