Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mutu Pendidikan di Tabanan Dapat Nilai Merah

22 Maret 2019, 07: 09: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mutu Pendidikan di Tabanan Dapat Nilai Merah

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN – Kabar buruk bagi dunia pendidikan Tabanan. Setelah dilakukan penilaian dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) tahun 2018, dinyatakan bahwa rapor mutu pendidikan di Kabupaten Tabanan bernilai merah. Pasalnya dari delapan standar yang harus dipenuhi dua di antaranya memperoleh nilai rendah. Salah satunya disebabkan oleh masih adanya sekolah yang menerapkan sistem double shift. 

Adapun delapan standar penilaian mutu pendidikan yang harus dipenuhi dalam penilaian tersebut adalah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan dan Standar Penilaian Pendidikan. Sayangnya tidak semua standar penilaian yang didapatkan Kabupaten Tabanan bernilai baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Wayan Miarsana didampingi Kabid Pembinaan SD Disdik Tabanan, I Made Sukanitera menuturkan bahwa penilaian mutu dilakukan pada bulan Juni tahun 2018 lalu tepatnya sebelum penyusunan RKKS (Rencana Anggaran Kerja Sekolah). "Dalam penilaian itu ada dua dari 8 standar nilai yang belum kita penuhi sehingga rapor mutu kita masih merah," ujarnya saat ditemui Kamis kemarin (21/3).

Lebih lanjut dikatakannya, dua standar yang tidak memenuhi syarat adalah di bidang standar dan prasarana dimana masih adanya sekolah yang menerapkan double shift sehingga guru tidak optimal dalam memberikan pembelajaran. Dan dibidang standar pendidikan dan tenaga pendidikan yang belum merata. "Di bidang standar pendidikan dan tenaga pendidikan memang belum merata, terutama di sekolah dasar," lanjutnya. 

Sedangkan untuk standar lainnya diakui sudah dapat dipenuhi. Seperti misalnya Standar Biaya Pendidikan yang telah dianggarkan didalam APBD Pendidikan. Hanua saja  nilai rapor mutu pendidikan Kabupaten Tabanan tetap merah karena satu pun standar penilaian yang bernilai rendah maka akan menghasilkan hasil rapot rendah. "Ombudsman kemarin juga menilai mutu pendidikan di Tabanan masih rendah karena dilihat dari jumlah siswa masih ada sekolah yang terapkan double shift," sambungnya. 

Atas kondisi tersebut solusi satu-satunya adalah memperbaiki standar penilaian yang masih memperoleh nilai rendah. Terutama untuk tahun 2019 ini agar jangan sampai ada sekolah yang menerapkan double shift. Dimana untuk SD per rombel 28 siswa dan untuk SMP per rombel 32 siswa sehingga tidak ada siswa yang membeludak yang menyebabkan sekolah menerapkan sistem double shift. Begitu juga dengan tenaga pendidikan harus merata. "Jadi guru yang sudah ditugaskan ke daerah tertentu tidak boleh pindah ke sekolah lain sehingga jangan sampai daerah pelosok tak ada guru. Namun kami juga akan membuat regulasi," pungkasnya.

 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia