Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Senderan Sungai Tukad Buleleng Amblas, Poskamling Ikut Hanyut

22 Maret 2019, 22: 22: 13 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Senderan Sungai Tukad Buleleng Amblas, Poskamling Ikut Hanyut

GARIS POLISI: Senderan tebing sungai Tukad Buleleng yang amblas di Jalan Wibhisana, Lingkungan Kali Baru, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, sudah dipasangi garis polisi. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Senderan tebing sungai sepanjang 16 meter di Tukad Buleleng, Jalan Wibhisana, Lingkungan Kali Baru, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng amblas pada Jumat (22/3) pukul 05.00 Wita. Satu poskamling dan pohon kelapa juga ikut hanyut. 

Amblasnya senderan tebing sungai setinggi 8 meter di pinggir jalan ini membuat kaget warga sekitar. Terlebih suara yang ditimbulkan saat insiden itu lumayan keras. Tak pelak membuat sejumlah warga berhamburan keluar rumah.  

Salah seorang warga,  Nyoman Teteg, 58, mengatakan, rumahnya hanya berjarak 5 meter dari lokasi amblasnya senderan yang berusia puluhan tahun tersebut. Begitu mendengar suara yang sangat keras, Teteg langsung keluar rumah untuk melihat situasi. 

"Karena senderan jebol, poskamling yang ada di atasnya juga hanyut.. Untungnya badan jalan tidak ikut amblas," ujar Teteg saat ditemui di rumahnya, Jumat (22/3) pagi. 

Padahal,  sambung Teteg, saat peristiwa terjadi, di kawasan tersebut tidak ada hujan. Namun air di Tukad Buleleng membludak. Derasnya aliran air diduga menggerus senderan tersebut hingga amblas. 

Sekitar pukul 07.30 Wita, lanjut Tetag, petugas dari Dinas PUPR dan kepolisian berdatangan. Pihak kepolisian langsung memasang garis polisi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Amblasnya senderan itu membuat Teteg waswas. Sebab, dia khawatir tiga orang cucunya yang masih kecil kerap lalu lalang di areal tersebut.  Terlebih keberadaan  poskamling itu juga kerap dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat berteduh. 

"Dulu cucu saya sering bermain di sana. Karena amblas, ya pasti berbahaya. Sebab tidak ada dinding pembatas. Takut nanti jatuh. Saya berharap senderannya segera diperbaiki, sehingga aman untuk anak-anak," harapnya. 

Dikonfirmasi terpisah,  Kepala Dinas PUPR Buleleng, Ketut Suparta mengaku, sudah meninjau lokasi amblasnya tebing sungai tersebut. Atas kejadian itu, pihaknya pun  sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida agar segera ditangani. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan BWS Bali Penida. Memang nanti BWS juga punya program untuk penguatan tebing sungai, dan kami sudah kontak PPK-nya," ujar Suparta

Suparta pun tak menampik senderan ini sudah sejak lama tergerus aliran sungai. Terlebih usia senderan itu sudah cukup tua, sehingga tidak cukup kuat menahan derasnya laju air. 

"Kondisi senderan sudah tua. Apalagi terus digerus air. Kalau dihitung, total kerugian mencapai Rp 100 juta," tandasnya.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia