Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kanker di Leher, Wayan Keriawan Tergolek di RSU Negara

22 Maret 2019, 23: 04: 21 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Kanker di Leher,  Wayan Keriawan Tergolek di RSU Negara

PARAH : Kondisi Wayan Keriawan semakin parah, akibat kanker ganas (nesofaring) yang dideritanya. (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, NEGARA - Kondisi Wayan Keriawan, 43, asal Banjar Munduk Tengah, Desa Tista, Kecamatan Busung Biu, Kabupaten Buleleng sungguh memprihatinkan. Pasalnya, ayah tiga orang anak ini, kini tergolek lemah di Sal D RSU Negara akibat benjolan di leher kanan. Hasil diagnose, kanker ganas yang diderita Keriawan  sudah pecah sehingga mengeluarkan banyak darah.

Ditemui di RSU Negara, Kamis sore (21/3), Kadek Ayu Suartini, istri dari Wayan Keriawan mengatakan, suaminya diketahui mengalami gejala kanker sudah sejak setahun lalu.  “Awalnya hanya berupa benjolan kecil seperti telur ayam. Lama-kelamaan membesar hingga suami saya sulit bicara,” ujarnya.

Saat pertama kali muncul benjolan, suaminya  tidak terlalu menghiraukan dan memilih tetap bekerja seperti biasa sebagai buruh tani, karena hanya suami yang bekerja, sedangkan dirinya hanya sebagai ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus anak.

 “Setelah berobat ke RSU Buleleng dibantu sebuah yayasan, kemudian dirujuk ke RS Sanglah. Suami saya divonis kanker ganas (nesofaring) stadium IV,” terangnya.

Saat itu, pihak dokter tidak berani mengambil tindakan dan suaminya diperbolehkan pulang pada Senin (18/3). Namun selama dua hari di rumah, benjolannya pecah dan berdarah. Saat itu, suaminya sempat dibawa ke puskesmas terdekat dan akhirnya dirujuk ke RSU Negara untuk mendapat penanganan secepatnya. Kini kondisi suaminya sudah tidak bisa makan dan minum, sehingga dia dan keluarga hanya bisa pasrah.

Diakui Suartini, kondisi ekonominya praktis lumpuh semenjak suaminya sakit. "Kami merawat tiga anak, yang pertama sudah SMK dan ikut yayasan di Denpasar, anak kedua kelas III SD dan yang ketiga usianya baru 5,5 tahun,” katanya.

Untuk menghidupi kelurganya, praktis mereka hanya mengandalkan belas kasihan keluarga yang juga tidak mampu dan hanya menjadi buruh tani. Sementara itu, Kadek Pariasa, adik kandung Wayan Keriawan, mengaku, meskipun hanya sebagai buruh tani, dia selalu berusaha membantu keluarga kakaknya semaksimal mungkin. "Hanya saya saudaranya. Jadi saya harus membantu kakak saya," ujarnya yang hari itu juga ikut menunggui kakaknya bersama dengan ibunya.

 Mereka berharap ada mujizat sehingga kakaknya bisa sembuh, meskipun pihak dokter sudah angkat tangan. Pihaknya juga berharap agar semua keponakannya bisa melanjutkan sekolah meski kini perekonomian keluarga lumpuh karena kakaknya sakit parah.

(bx/tor/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia