Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali
Pasar Minggu Artotel Beach Club

Makanan Organic, Fashion Hand Made Masyarakat

26 Maret 2019, 11: 58: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Makanan Organic, Fashion Hand Made Masyarakat

LARIS: Konsep pasar minggu di Artotel Beach Club Sanur ternyata sangat digemari wisatawan., karena barang barang yang dijual organic dan hand made masyarakat. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Semakin banyaknya akomodasi pariwisata di Bali, tentunya semakin banyak memberikan pilihan bagi wisatawan yang datang ke Bali untuk menentukan pilihan. Meski pilihan akomodasi wisata di Bali saat ini semakin banyak, namun hal ini juga membawa dampak negative terhadap perkembangan bisnis pariwisata di Bali salahnya satunya konsep destinasi wisata yang ada di Bali menjadi monoton.

Untuk itu, pelaku industry wisata di Bali memiliki beragam cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, salah satunya adalah dengan mengadopsi konsep bazzar tradisional, sehingga wisatawan bisa betah tinggal lebih lama, seperti yang dilakukan oleh Artotel Beach Club.

Sebagai beach club pertama di kawasan Sanur, Artotel Beach Club tidak saja menyajikan aktivitas hiburan di malam hari, namun, Beach Club yang berlokasi di jalan Danau Tamblingan dan menjadikan Pantai Sanur sebagai spot utama ini, juga memiliki pilihan aktivitas wisata lain yang menyenangkan bagi wisatawan yang datang ke Beach Club ini, yakni Pasar Minggu Artotel Beach Club.

Seseuai dengan namanya, pasar Minggu ini adalah event bazzar yang diselenggarakan pada hari Minggu dan menjuasl beragam jenis produk, mulai dari makanan, minuman hingga produk fashion. Seperti apa pasar minggu Artotel Beach Club?

Frederic Ferry, Marcom & Creative Manager Bali Cluster Artotel Group ketika ditemui mengatakan Pasar Minggu artotel Beach Club ini adalah event yang diselenggatakan setiap akhir pekan di areal Beach Club Artotel. “Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi pelaku usaha yang ada di sekitar Sanur untuk memperkenalkan produknya ke pasar wisatawan,” jelasnya.

Selain itu, di pasar Minggu ini, wisatawan yang datang juga bisa mengenal beragam jenis produk yang diproduksi oleh masyarkat lokal. Sehingga wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh untuk dibawa ke negaranya tidak perlu lagi pergi jauh-jauh ke pusat oleh-oleh yang ada di luar kota.

Sama halnya dengan Sunday Market yang umumnya diselenggarakan di pusat industry pariwisata di Bali lainnya, Sunday Market atau Pasar Minggu Artotel Beach Club juga memiliki konsep yang sama, yakni pasar yang menjual beragam jenis produk lokal.

Yang menjadi unggulan di Pasar Minggu artotel Beach Club ini diakui Ferry adalah produk hand made yang diproduksi oleh masyarakat. “Kenapa produk hand made ini laku, khususnya produk fashion, karena produk ini sifatnya limited dan hanya diproduksi dalam jumlah yang terbatas,” ungkapnya.

Sedangkan untuk produk makanan yang dipasarkan di Pasar Minggu ini adalah produk makanan organic yang memang diproduksi oleh masyarakat lokal dengan treatmenet organic. Untuk jenis produk makanan in hanya ada beberapa jenis saja, seperti kopi, produk minuman seperti jamu dan produk makanan siap santap yang dibuat dari bahan baku ornagik seperti jamur tiram.

Jamu yang diproduksi juga beragam, mulai dari jamu kunyit, sambiloto, sirih dan beras kencur. Disebutkan Eka, pemilik Tenant Jamu Bali asal Peguyangan, Jamu menjadi salah satu jenis minuman khas Indonesia yang jug diminati oleh wisatawan asing.

Apalagi diakuinya Jamu Kunyit, saat ini menjadi primadona di acara pasar Minggu tersebut. "Ini karena wisatawan asing, sudah tau manfaat kunyit bagi kesehatan, sehingga ketika ada jamu di Pasar Minggu, mereka langsung membelinya," terangnya, harga jamu per botolnya Rp 25 ribu. 

Untuk harga, jenis produk yang dijual di Pasar Minggu ini dibanderol dengan harga yang tidak terlalu mahal. Mulai dari Rp 25 ribu sampai dengan Rp 45 ribu untuk produk makanan, sedangkan untuk produk fashion dijual mulai dari Rp 45 ribu per pcs.

Rani, salah seorang pemilik tenant di Pasar Minggu Artotel Beach Club mengakui pihaknya memang sengaja menjual produk Hand Made, karena jenis produk ini yang paling diburu oleh wisatawan yang datang ke Bali. “Untuk produk, kami memang sengaja pasarkan produk fashion yang sifatnya hand Made, salah satunya adalah rajutan ini, karena produk ini adalah produk yang menarik di pasar pariwisata,” ungkapnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia