Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Olah Daun Kelor Jadi Sirup, Tembus Pasar Luar Negeri

26 Maret 2019, 22: 06: 02 WIB | editor : I Putu Suyatra

Olah Daun Kelor Jadi Sirup, Tembus Pasar Luar Negeri

SIRUP: Proses pengemasan sirup daun kelor yang siap dipasarkan, Selasa (26/3). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Seorang petani di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan Tabanan berhasil mengolah daun kelor menjadi sirup yang berkhasiat. Adapun proses pembuatan menggunakan mesin bernama Rumino Hydrolistik yang memanfaatkan bakteri baik dari zat-zat yang diolah. Sirup daun kelor itu pun sudah dipasarkan ke luar negeri.

Anak Agung Nyoman Wijana menerangkan jika ia mulai mengolah daun kelor jadi sirup sejak tahun 2013 silam. Awalnya ia hanya ingin mempromosikan kepada masyarakat bahwa daun kelor memiliki segudang manfaat karena ada 500 senyawa organik didalam daun kelor. 

Diantaranya memiliki kandungan protein, vitamin, hingga kandungan asam amino esensial. Dalam pengolahannya, sirup tersebut juga dicampur dengan bahan herbal lain seperti kunyit, jahe, dan daun sirih, namun memang yang paling banyak adalah daun kelor sebesar 25 persen. "Setelah dijus maka kita masukkan ke dalam gentong dan dipermentasi selama satu bulan dengan menggunakan teknik mesin Rumino Hydrolistik," tuturnya saat ditemui Selasa (26/3). 

Lebih lanjut dijelaskannya teknik Rumino Hydrolystis adalah mesin yang diciptakan oleh perusahaam miliknga yakni CV Timan Agung dan satu-satunya di Bali. Teknik ini diadopsi dari pengelolaan pupuk organik sapi. Menurut Wijana, lewat pengalaman mengelola pupuk sapi, ia belajar bahwa lambung sapi memiliki proses metabolisme yang sangat mengagumkan dalam mengolah tanaman sebagai bahan makanan menjadi zat atau senyawa berguna. ‘’Makanan yang berupa tanaman mereka olah didalam lambung sehingga bisa menghasilkan susu dan daging. Dari proses ini kami berusaha menerapkannya tentu dengan teknologi. Karenanya dinamakan Rumino Hydrolistik,’’ tegasnya.

Ia menambahkan dalam sebulan dirinya bisa menghasilkan 1.200 botol sirup ukuran 250 ml dan dijual per botol seharga Rp 75.000. Dengan omzet yang diraih kisaran Rp 25 juta. Tetapi untuk sampai dititik ini tidak lah mudah. "Karena awalnya dulu diminta hanya menanam daun kelor untuk pakan sapi tetapi karena kelor memiliki segudang manfaatkan saya kembangkan konsep ke produk herbal," imbuhnya.

Dan kini berkat hasil kerja kerasnya untuk memasarkan melalui online dan dari mulut ke mulut, sirup daun kelor itu pun sudah dipasarkan ke beberapa daerah di Bali termasuk ke luar Bali seperti Sumatra, Jawa bahkan ke luar negeri seperti Korea, India dan Australia. "Produk ini bisa ke luar negeri karena ada orang kesini kemudian dibawa ke luar negeri," sambung Wijana.

Sirup daun kelor buatannya pun memiliki khasiat dapat menurunkan kolestrol, bisa memuluskan kulit dan menghilangkan jerawat, membantu metabolisme dan menjaga stamina tubuh, mencegah sakit jantung, anti kanker serta mencegah rematik. 

Untuk kedepan, produk sirup kelor ini akan terus dikembangkan pemasarannya. Namun dibutuhkan modal, sarana dan prasarana yang harus dilengkapi serta ijin. Karena saat ini berstatus produk sirup dan UKM, produk ini memiliki ijin PIRT (pangan industri rumah tangga). "Ke depan tentu harus diurus BPOM jika hendak dikembangkan pasarnya,’’ pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia