Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Meski Sisakan PR, Pembangunan RTH Bung Karno Dilanjutkan

26 Maret 2019, 22: 16: 02 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Meski Sisakan PR, Pembangunan RTH Bung Karno Dilanjutkan

LANJUT – Pembangunan RTH Bung Karno di Kelurahan Liligundi, Kecamatan Buleleng akan dilanjutkan meski masih menyisakan persoalan. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Pembangunan RTH Taman Bung Karno tahap keempat akan dilakukan Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng. Padahal pelaksanaan pembangunan di tahap tiga masih menyisakan sejumlah persoalan.

Pemutusan kontrak pihak rekanan karena tidak menyelesaikan pengerjaan sesuai batas waktu yang ditentukan, berdampak pada mangkraknya beberapa pembangunan yang seharusnya telah selesai dikerjakan pada Desember tahun 2018 lalu.

Paket pekerjaan yang masih terbengkalai adalah Pembangunan Patung Bung Karno yang akan menjadi maskot dari RTH, hingga penyelesaian Patung Singa di Main Stage. Khusus untuk Patung Bung Karno, pihak rekanan sebenarnya sudah menyelesaikan beberapa bagian patung, seperti bagian kedua kaki, pinggang, dan juga kepala.

Selain itu, ada persoalan penting yang kini masih menjadi pekerjaan rumah untuk dituntaskan  Dinas Perkimta, yaitu pelunasan sisa pembayaran kepada pihak rekanan yang kala itu digarap PT Chandra Dwipa.

“Soal pelunasan sisa pembayaran masih menunggu audit, berapa nilai yang mesti dibayarkan. Namun pelunasan itu belum bisa dilakukan tahun 2019, karena pengerjaan itu tercatat masuk di tahun 2019, sehingga auditnya berlaku untuk anggaran tahun 2019,”  terang  Sekretaris Perkimta Buleleng Gede Melanderat usai mengikuti rapat paripurna di Gedung Dewan, Selasa (26/3) siang.

Selain itu, Dinas Perkimta Buleleng juga harus menyelesaikan sisa pekerjaan yang masih menjadi tunggakan dalam pembangunan tahap tiga. Oleh karena anggaran untuk kegiatan itu senilai Rp 1 miliar, maka prosesnya harus ditenderkan.

Melanderat mengakui, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Pusat, untuk mengetahui apakah pekerjaan sisa itu bisa dilakukan dengan system penunjukkan langsung.

“Secara lisan sebenarnya diperbolehkan, tetapi kami masih menunggu surat resminya dari LKPP, sebagai dasar hukumnya. Seperti apa nanti mekanismenya, kami juga minta petunjuk pimpinan (Bupati,Red), karena ada keinginan agar kegiatan pembuatan patung itu dilanjutkan oleh tukangnnya langsung,” ujar Melanderat.

Dinas Perkimta Kabupaten Buleleng akan tetap melanjutkan pembangunan tahap empat pada tahun 2019 ini, dengan pagu anggaran senilai Rp 4,9 miliar. Pembangunan  tahap keempat meliputi kolam air mancur, wantilan, candi dan pekerjaan lainnya.

“Rencananya,  bulan April  program ini akan diajukan ke Bagian Layanan Pengadaan  (BLP) Setda Buleleng untuk segera dilakukan tender,” tutupnya.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia