Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Obyek Air Terjun GGC Sudah Ramai Dikunjungi Wisatawan

10 April 2019, 07: 05: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Obyek Air Terjun  GGC Sudah Ramai Dikunjungi Wisatawan

BERFOTO: Pengunjung air terjun GGC di Desa Tembuku Kelod, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, mulai dikenal dan dikunjungi wisatawan. Di sini banyak terdapat sport foto. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, BANGLI - Objek wisata air terjun Goa Giri Campuhan (GGC) di Desa Tembuku Kelod, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli ramai dikuunjungi . Padahal obyek anyar itu masih tahap penataan, namun sambutan wisatawan sangat antusias. Sejak dibuka Januari 2019 lalu, angka kunjungan ke destinasi ini mencapai ratusan orang. Sehari rata-rata pengunjung 10 hingga 15 orang,  baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Obyek wisata GGC itu tergolong istimewa. Sebab, sekali datang ke satu objek, wisatawan disuguhkan berbagai macam destinasi menarik. Seperti disampaikan Ketua Kelompok Pengembang Air Terjun GGC, Dewa Antaga. Pengunjung akan disajikan tiga air terjun yang indah. Selain itu, pemandangan hamparan sawah yang masih asri dan luas, menjadi peneman perjalanan yang menarik. Yang pastinya tidak untuk dilewatkan.

 "Pengunjung juga harus sabar karena melewati banyak anak tangga," kata Antaga kepada Bali Express, Selasa (9/4) kemarin.

Selain itu, yang menarik lagi, pengunjung akan melewati goa sepanjang kurang lebih 200 meter untuk masuk menuju air terjun GGC. Di sana juga terdapat satu kolam alami dengan air yang jernih, dan juga terdapat goa labirin. "Wisatawan luar negeri yang paling suka masuk goa labirin," ucapnya.

Meski sudah berjalan beberapa bulan, pihaknya enggan memasang tiket tarif pengunjung. Wisatawan hanya dikenakan biaya suka rela alias berdonasi. Hal ini yang membuat objek air terjun GGC makin dikenal luas. Tetapi objek wisata ini kurang didukung dengan akses jalan. Wisatawan masih berjalan di jalan setapak. Sementara parkir mobil belum tersedia.

 Pengunjung yang mengendarai motor mesti hati-hati karena harus melewati pematang sawah warga. Meski demikian, Antaga mengakui, perangkat desa beserta para pengurus objek wisata tengah membahas rencana pembukaan jalan baru. Jalan ini bakal mempersingkat jarak tempuh pengunjung dari jalan utama menuju objek wisata.

"Bahkan pihak desa berjanji akan memberikan izin menggunakan lahan desa untuk parkir," tuturnya. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia