Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Features

Mahasiswi Cantik yang Dibunuh Pacarnya Itu Dikenal Baik dan Ramah

12 April 2019, 10: 13: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mahasiswi Cantik yang Dibunuh Pacarnya Itu Dikenal Baik dan Ramah

KENANGAN: Salah satu pose Sherly di akun media sosialnya. (ISTIMEWA)

Kasus pembunuhan mahasiswi, Ni Made Sherly Mahardika membuat seluruh keluarganya shock. Apalagi, disebut-sebut pelaku merupakan pacarnya sendiri.

 

ARI KESUMA DEWI – DEWA RASTANA, Denpasar

ORANG tua mana yang tidak terguncang mendapat kabar anaknya sudah tidak bernyawa. Apalagi setelah sebelumnya kehilangan kabar berhari-hari. Perasaan campur aduk seperti itu nampak dari raut wajah ayah Sherly, yang tadi malam (11/4) berada di Instalasi Forensik alias Kamar Jenazah RSUP Sanglah. Dia menunduk terpaku. Diam seribu bahasa.

Sekitar 4-5 pihak keluarga Sherly juga ada di tempat yang sama. Semua menunjukkan ekspresi serupa. Murung, shock, dan sedih. Mereka duduk di teras kamar jenazah. Suasana malam itu tidak terlalu ramai. Berdasar informasi yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group), pihak keluarga masih menunggu proses otopsi jenazah Sherly. Begitu mendapat kabar menyedihkan ini, mereka memang langsung meluncur ke RS Sanglah.

Salah seorang pihak keluarga mengaku, mereka semua, terutama kedua orang tua sama sekali tidak menyangka musibah ini bakal menimpa mereka. Tentu saja keluarga merasa sangat kehilangan. Pasalnya, selama ini, Sherly dikenal sebagai anak yang baik dan ramah.

Seorang perempuan yang mengaku sebagai bibi Sherly mengaku, sudah agak lama tidak bertemu dengan korban. Terakhir sekitar beberapa bulan. “Ya ketemunya paling pas piodalan. Dia kan di Singaraja, saya di Denpasar,” ujar bibi korban lirih sembari menyebut, pihak keluarga masih tidak bisa diwawancarai karena masih shock.

Ditanya lebih jauh soal pelaku yang merupakan pacar korban, dirinya juga tidak bisa berbicara banyak. Hanya saja memang selama ini, Sherly memang diketahui punya pacar oleh keluarganya.

 “Saya tahu punya pacar, tapi tidak pernah melihat langsung.” tutupnya dan tidak ingin menjawab pertanyaan lagi. Hingga malam bertambah larut, keluarga dan kerabat korban nampak terus berdatangan.

Sementar itu, sebelumnya, Kelian Dinas Senganan Kanginan, I Made Sukarmayasa membenarkan jika korban merupakan warganya di Banjar Senganan Kanginan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan yang sedang menuntut ilmu di Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas MIPA Universitas Pendidikan Ganesha semester IV. "Ya memang warga kami," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis sore.

Dirinya menambahkan, informasi bahwa Sherly menjadi korban pembunuhan ia ketahui dari warga. "Waktu itu saya keluar rumah sebentar dan dikasih tau sama warga tentang peristiwa itu di Singaraja," imbuhnya.

Ia pun mengaku terkejut akan berita tersebut namun dirinya belum sempat mendatangi langsung kediaman korban. Korban sendiri merupakan anak kedua dari pasangan I Nyoman Swastika dan Ni Nyoman Sarini. Ayah korban merupakan Kepala Sekolah SMP di Baturiti dan sang ibu merupakan ibu rumah tangga. "Setahu saya korban ini dua bersaudara, korban anak kedua dan kakaknya laki-laki sudah menikah," tandasnya.

Sementara itu menurut seorang sumber, keluarga korban saat ini masih shock atas peristiwa naas yang menimpa korban sehingga belum bisa diajak berkomunikasi. "Keluarga intinya langsung berangkat ke RS Sanglah untuk melihat kondisi jenazah korban, sedangkan keluarganya di rumah masih sangat shock," ujar sumber. (*)

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia