Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Features

Serly Dikenal Pintar, Pacar yang Membunuhnya, Lekat dengan Kriminal

12 April 2019, 19: 30: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Serly Dikenal Pintar, Pacar yang Membunuhnya, Lekat dengan Kriminal

Ni Made Ayu Serly Mahardika (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Kediaman mahasiswi cantik Ni Made Ayu Serly Mahardika, 20, yang menjadi korban pembunuhan di Banjar Senganan Kangin, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Jumat (12/4) nampak sepi. Hanya ada beberapa orang kerabatnya karena memang rumah korban terdiri dari 6 KK.

Dari pantauan di lapangan, rumah korban hanya ditunggui oleh ipar korban (istri dari kakak laki-laki korban,Red). Namun ipar korban enggan berkomentar karena masih shock berat.

Pun begitu dengan kerabat yang masih satu halaman rumah dengan korban. Rasa shock dan sedih tak bisa disembunyikan oleh kerabat yang seluruhnya masih memiliki hubungan darah dengan korban.

Salah seorang sepupu korban, Tista Adnyana menuturkan bahwa saat ini ayah, ibu, kakak dan beberapa orang kerabatnya tengah mengurus jenazah korban yang di otopsi di RSUP Sanglah. "Bapaknya Kadek sudah dari kemarin di RS Sanglah, tapi jenazah Adik Kadek belum bisa pulang karena masih ada Sesuunan di Tinungan simpang di Pura Puseh Dasar Senganan," ujarnya.

Dirinya pun menuturkan bahwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, keluarga memang panik lantaran lost contact dengan korban. "Di telepon tidak diangkat-angkat, keluarga panik, makanya minta tolong temannya Kadek yang dari Sambangan untuk langsung ke kosnya Kadek, ternyata Kadek sudah meninggal dan jenazahnya sudah bau," tuturnya.

Ia mengaku sangat terkejut karena tidak memiliki firasat apapun. Terlebih sebelumnya korban sempat pulang kampung dan berada di rumah selama lima hari. Selama berkuliah di Singaraja, korban yang alumni SMAN 1 Tabanan inu memang sering pulang kampung setiap hari Sabtu dan kembali ke Singaraja pada hari Minggu. Dan ketika berada dirumah ia sering mengunjungi keluarganya. "Terakhir pulang itu lima hari di rumah, saat mau berangkat dikasi bekal sama ibunya, lalu ditanya apa bekalnya kurang, dia jawab segitu saja dan berangkat ke Singaraja. Itu terakhir kali saya lihat dia," imbuhnya.

Disamping itu, saat berangkat ke Singaraja tensi korban drop dan sempat periksa ke dokter. Selama ini korban dikenal sebagai anak yang ceria, dan pintar sehingga memutuskan kuliah di Jurusan Fisika karena termasuk anak yang berprestasi. Korban juga aktif berorganisasi di Sekaa Teruna Teruni di kampungnya. "Dan sepengetahuan saya Kadek anaknya terbuka, tidak tertutup, anaknya ceria," tegasnya.

Ia pun tidak menyangka jika korban dibunuh oleh lelaki yang mengaku pacar korban. Adnyana sendiri mengaku kurang mengenal pelaku meskipun berasal dari Banjar yang sama yakni Banjar Senganan Kanginan dan merupakan sepupu dari istri kakak korban atau ipar korban.

"Tapi memang jarang bergaul di Senganan, dia (pelaku,Red) besarnya di Tabanan, orang tuanya punya rumah di Dangin Carik itu," sambungnya.

Dan belakangan ini ia mendengar informasi bahwa korban pacaran dengan pelaku sejak SMA dan sempat putus. "Saya denger sempat putus tapi entah berhubungan lagi atau tidak saya tidak tahu," ujarnya.

Adnyana menambahkan jika dirinya belum mengetahui kapan jenazah korban akan diupacarai karena keluarga belum sempat merembug dengan Kelian setempat. "Masih belum tahu, karena belum berembug dengan prajuru adat di sini," pungkasnya.

Sementara itu, pelaku Kadek Indra Jaya alias Kodok, 20, selama ini tinggal di Jalan Hasanudin, Gang IV Nomor 5, Banjar Dangin Carik, Desa Dajan Peken, Tabanan. Pria yang tubuhnya dipenuhi dengan tatto itu menurut sumber di lapangan beberapa kali terlibat tindakan kriminal, mulai dari pencurian ayam, hingga menjadi spesialis congkel jok di Lapangan Alit Saputra Dangin Carik. Bahkan pelaku juga pernah ditangkap polisi karena kasus narkotika.

"Informasinya belum lama ini baru keluar dari penjara, karena kasus apa belum jelas," ujar sumber yang enggan dikorankan namanya.

Sumber yang mengaku pernah kenal dekat dengan pelaku ini pun tak menyangka jika pelaku tega membunuh korban. Apalagi dulu pelaku dikenal kalem, dan sumber sering membelikan pelaku nasi, bahkan sumber pun membayari pelaku menggambar tatto.

"Dulu saya kenal dia (pelaku,Red) kalem sekali, semenjak kena pergaulan bebas dia jadi rusak, dulu pernah ditangkap karena pesta sabu di kamar kos, tapi dia sebagai pengguna saja," tuturnya.

Seperti diketahui, seorang mahasiswi cantik ditemukan tewas dan membusuk di dalam kamar kos, kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Kamis (11/4) siang.

Mahasiswi semester IV Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu belakangan diketahui bernama Ni Made Serly Mahardika.  

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia