Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Peternak Sapi di Badung Dijamin Asuransi Gratis

14 April 2019, 20: 35: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

Peternak Sapi di Badung Dijamin Asuransi Gratis

MATI: Seekor sapi milik warga Petang yang telah dijamin AUTS, ditemukan mati beberapa waktu lalu. (DINAS PERTANIAN DAN PANGAN BADUNG FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Di samping Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk petani padi, pemerintah juga menerapkan Asuransi Usaha Tani Sapi (AUTS) kepada para peternak. Subsidi premi 80 persen untuk AUTS dikhususkan untuk sapi betina produktif, supaya peternak pembibitan dan pembiakan semakin semangat untuk beternak. Pasalnya, jika terjadi risiko akibat kematian dan kehilangan sapi selama beternak, peternak masih bisa melanjutkan melalui dana ganti rugi dari asuransi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Putu Oka Swadiana mengatakan, pelaksanaan AUTS di 'Gumi Keris' tahun 2018 terdapat di tiga kecamatan. Rinciannya, Petang 292 ekor, Mengwi 14 ekor, dan Abiansemal 20 ekor. Total menjadi 326 ekor sapi. "Sedangkan yang mengajukan klaim sejumlah 19 ekor dari Kecamatan Petang," ungkapnya, Minggu (14/4).

Adapun syarat dan ketentuan AUTS, kata dia, ada beberapa, di antaranya  rate premi adalah 2 persen dari harga sapi Rp 10 juta. Harga tersebut sesuai ketentuan pemerintah. Dengan demikian, nilai preminya sebesar Rp 200 ribu. Sistem pembayarannya, Rp 160 ribu ditanggung alias subsidi Pemkab Badung, sedangkan Rp 40 ribu secara swadaya. Hal ini berdasarkan APBD perubahan Badung tahun 2018.

Syarat lainnya, terang Swadiana,  sapi yang diasuransikan berjenis kelamin betina dengan usia minimal satu tahun. Sapi ini diberikan penanda berupa eartag atau nomor di bagian telinga. "Jangka waktu pertanggungannya adalah satu tahun," ujarnya.

Klaim untuk sapi yang hilang atau dicuri, pertanggungannya senilai Rp 7 juta. Bagi sapi yang kecelakaan namun tidak mati, bisa dipotong di rumah potong hewan. "Misalnya dari hasil pemotongan, laku Rp 4 juta, maka biaya pertanggungannya Rp 6 juta, sehingga total harganya Rp 10 juta," jelasnya.

Dikatakan pula, pengajuan asuransi bisa dilakukan oleh perorangan atau kelompok ternak. Yang jelas, diwajibkan mengisi formulir dan sesuai dengan beberapa syarat di atas. 

Mengenai AUTS tahun 2019, Oka Swadiana mengatakan, tersedia kuota 500 ekor. Target awalnya, kata dia, seribu ekor, tetapi pemerintah pusat hanya 'menjatah' 500 ekor. Asuransi ini sudah diplot ke Kecamatan Kuta Utara 25 ekor, Mengwi 291 ekor, Abiansemal 116 ekor, dan Petang 68 ekor.

Pembayaran premi ditanggung 80 persen oleh pemerintah pusat dan 20 persen Pemkab Badung, sehingga total premi yang dibayarkan pemerintah Kabupaten Badung Rp 20 juta. "Dengan demikian, asuransi ini jadi gratis. Petani tak perlu merogoh kocek dari kantong pribadi," terang Kadis Perikanan Badung ini.

Pejabat asal Kerobokan, Kuta Utara ini menerangkan, keuntungan ikut AUTS di antaranya, petani aman dan nyaman beternak. Selain itu, usaha tetap bisa lanjut, meski sapi mati atau hilang. "Ini membuktikan keberpihakan pemerintah kepada para petani dan peternak, di samping masyarakat nelayan," tandasnya.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia