Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ludes Terbakar, Villa Batu Rata dengan Tanah

15 April 2019, 20: 28: 56 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Ludes Terbakar, Villa Batu Rata dengan Tanah

LUDES : Petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan kobaran api yang melahap Villa Batu, di Jalan Lotus, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Buleleng. (I Putu Mardika/Bali Express)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kebakaran hebat menghanguskan sebuah vila yang berlokasi di Jalan Lotus, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Buleleng, pada Senin (15/4) sekira pukul 02.00 dini hari.

Akibatnya, pemilik Villa Batu yang diketahui bernama Putu Yudimardianata,55, merugi hingga ratusan juta rupiah.

Kebakaran itu pertama kali diketahui satpam villa, Putu Giri Semadi. Kebetulan dia sedang berjaga saat itu.

Tiba-tiba dia dipanggil seorang WNA yang kebetulan menginap di lokasi kejadian. WNA itu menuturkan kalau dirinya melihat kepulan asap dari bagian restoran vila.

Semadi langsung bergegas mengambil alat pemadam api ringan (Apar). Dibantu temannya, Ida Bagus Ambara, dia berusaha memadamkan api.

Tapi upayanya tak membuahkan hasil. Api justru semakin membesar. Lantaran material bangunan vila sangat gampang terbakar. Di antaranya kayu, bambu dan ilalang.

"Kami sempat mengambil selang untuk memadamkan api namun tidak bisa. Api sudah membesar,” jelas Semadi, Senin (15/4) siang.

Karena upayanya sia-sia, Semadi lalu menghubungi penanggung jawab vila. Ni Ketut Darsini. Selanjutnya, Darsini menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran. Dan beberapa menit kemudian, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.

Darsini mengklaim, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 200 juta lebih.

Soal apa pemicu kebakaran, Darsini sendiri belum mengetahuinya. "Kalau masalah penyebab kebakaran tersebut kami tidak tahu,” akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng Gede Sugiartha menjelaskan, perlu waktu dua jam untuk menjinakkan kobaran api. Dan pihaknya mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

”Satpam vila sudah berusaha memadamkan. Tetapi karena api terlalu cepat membesar, mereka kewalahan. Tidak bisa dipungkiri, hampir delapan puluh persen bangunan vila itu terbuat dari kayu. Sehingga satu vila rata dengan tanah,” pungkasnya.    

(bx/dik/hai/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia