Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BEM Unud Gelar Pembukaan Desa Dampingan 2023 di Abuan

Nyoman Suarna • Rabu, 3 Mei 2023 | 19:42 WIB
KONFERENSI: Penyelenggaraan International Microbiology Conference 2022.
KONFERENSI: Penyelenggaraan International Microbiology Conference 2022.
BANGLI, BALI EXPRESS - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana Kabinet “Udayana Bangkit” melalui Departemen Pemberdayaan Desa menyelenggarakan Pembukaan Desa Dampingan BEM Universitas Udayana 2023 dengan mengusung tema “Kolaborasi Nyata Timbulkan Perubahan dari Desa untuk Indonesia”, Sabtu (29/4). Pembukaan Desa Dampingan BEM Universitas Udayana menjadi penanda awal gerak pengabdian BEM Universitas Udayana kepada masyarakat.

I Kadek Dwi Mahendra selaku kepala Departemen Pemberdayaan Desa menyampaikan, tujuan diselenggarakannya Pembukaan Desa Dampingan BEM Universitas Udayana 2023 adalah untuk meresmikan dan memperkenalkan desa yang akan dijadikan desa dampingan BEM Universitas Udayana kepada bidang pengabdian masyarakat BEM atau Senat Mahasiswa ke-13 fakultas yang ada di Universitas Udayana. Diharapkan kegiatan ini menjadi sebuah kolaborasi demi memberdayakan dan mengembangkan segala potensi yang ada serta memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di Desa Abuan.

Pada tahun ini BEM Universitas Udayana memilih Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli sebagai Desa Dampingan BEM Universitas Udayana 2023. Acara ini turut mengundang aparat desa, anak-anak Sekolah Dasar Negeri Abuan, masyarakat desa, perwakilan dosen, serta perwakilan lembaga mahasiswa 13 fakultas Universitas Udayana.

Wakil Ketua BEM Universitas Udayana, Raihan Faisal Muzhaffar dalam sambutannya menyampaikan, Pembukaan Desa Dampingan 2023 yang berlokasi di Desa Abuan, Kintamani, adalah momentum bagi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana untuk mampu merealisasikan abdi darma pengabdian kepada masyarakat. Banyak sektor yang dapat dikembangkan di Desa Abuan, harapannya dapat menarik antusiasme mahasiswa untuk kembali ke desa sehingga sarjana-sarjana masa kini tidak hanya berkutat pada kehidupan perkotaan. Kegiatan ini juga diharapkan membantu memberikan perubahan pada desa, walau pada strata terkecil.

Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S. P., M. Si selaku kepala Unit Pengembangan Ormawa mewakili pihak rektorat Universitas Udayana, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak desa yang telah menerima mahasiswanya untuk berkegiatan di Desa Abuan dan meminta bantuan kepada kepala desa untuk membimbing para mahasiswa yang melakukan kegiatan pengabdian. Dia juga menyampaikan bahwa maksud dari kegiatan desa dampingan ini adalah untuk menghadirkan mahasiswa sebagai fasilitator dalam memecahkan sebuah permasalahan di desa atau pemberi inspirasi tentang inovasi yang berbasis kearifan lokal serta memunculkan motivasi anak-anak sekolah dasar di desa untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

Sejalan dengan Ketua Unit Pengembangan Ormawa, kepala Desa Abuan juga mengucapkan terima kasih karena telah menjadikan Desa Abuan sebagai tempat untuk melakukan pengabdian masyarakat. Dia berharap kolaborasi ini menjadi salah satu sumber solusi bagi permasalahan yang ada di Desa Abuan.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan penyerahan donasi berbentuk sarana pendidikan bagi anak-anak Sekolah Dasar Negeri Abuan, yang secara simbolis dilakukan dengan penerbangan burung merpati. Penerbangan burung merpati sendiri bermakna kesungguhan atau kekonsistenan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana Kabinet “Udayana Bangkit” untuk dapat memberdayakan Desa Abuan.

Kemudian diisi dengan kegiatan keliling desa yang merupakan salah satu high light dari acara Pembukaan Desa Dampingan BEM Universitas Udayana. Editor : Nyoman Suarna
#Desa Dampingan 2023 #pembukaan #BEM Unud #unud #Desa Abuan