Kado Kemerdekaan RI Ke-81, PLN UPT Bali Jawab Isu Pengolahan Sampah dan Wujudkan Sirkular Ekonomi

I Putu Mardika • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:36 WIB
Peresmian Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R sebagai salah satu fasilitas di hilir untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dan menampung sampah daur ulang yang nanti dijual ke bank sampah
Peresmian Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R sebagai salah satu fasilitas di hilir untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dan menampung sampah daur ulang yang nanti dijual ke bank sampah

BALIEXPRESS.ID-Mengisi momen bulan kemerdekaan dengan langkah pelestarian lingkungan, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bali resmi meluncurkan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Peresmian fasilitas hilir yang bertujuan mengolah sampah organik menjadi kompos dan menampung sampah daur ulang ini dilaksanakan pada 14 Agustus 2026, sekaligus sebagai wujud nyata kado untuk Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Kehadiran TPS 3R di lingkungan PLN UPT Bali ini menjadi solusi konkret untuk mereduksi volume sampah yang selama ini dibuang langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung. Melalui penerapan konsep 3R, sampah organik kini dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat, sementara sampah anorganik daur ulang dikumpulkan untuk dijual kembali.

Langkah ini tidak hanya menyehatkan lingkungan, tetapi juga secara aktif mendukung perputaran sirkular ekonomi masyarakat.

Pengelolaan fasilitas ini melibatkan kolaborasi menyeluruh dari hulu ke hilir. Proses pemilahan sampah dilakukan secara kolektif oleh seluruh pegawai, dilanjutkan dengan pengoperasian mesin komposter oleh Tenaga Ahli Daya (TAD) atau Cleaning Service (CS), dan diawasi oleh Team Leader (TL) Lingkungan yang bertugas melakukan monitoring rutin.

Meski baru diresmikan pada pertengahan Agustus, kegiatan komposting dan pemilahan sampah daur ulang di UPT Bali sejatinya telah dirintis sejak Januari 2026, dan TPS 3R telah beroperasi secara efektif pada bulan Juli 2026.

Baca Juga: Dukung Arahan Presiden Prabowo, BRI Siap Jadi Tulang Punggung Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

Manager PLN UPT Bali, Made Gita Mardika, menyampaikan bahwa inisiatif ini adalah cerminan dari semangat kemerdekaan yang diwujudkan melalui kemandirian pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

"Peresmian TPS 3R ini merupakan wujud nyata komitmen PLN UPT Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung sirkular ekonomi. Di momen menyambut Kemerdekaan RI ke-81 ini, kami ingin membuktikan bahwa kinerja terbaik PLN tidak hanya sebatas pada keandalan kelistrikan, tetapi juga pada tanggung jawab ekologis. Dengan mengubah sampah organik menjadi kompos dan mendaur ulang sampah bernilai ekonomis, kami berharap dapat secara signifikan mengurangi beban penumpukan sampah di TPA Suwung," tegas Made Gita Mardika.

Berdasarkan data akumulatif pengelolaan sampah dari Januari hingga Agustus 2026, PLN UPT Bali telah mencatatkan sejumlah pencapaian positif. Kehadiran fasilitas ini mampu menekan volume timbulan sampah organik hingga 90%. Secara keseluruhan, sampah yang berhasil direduksi mencapai 4,25% atau setara dengan 204,35 kilogram.

Dari total reduksi tersebut, sebanyak 90,35 kilogram sampah organik sukses dikonversi menjadi pupuk kompos. Pupuk ini kemudian dimanfaatkan kembali secara internal untuk keperluan nutrisi tanaman dan remediasi tanah di area taman UPT Bali.

Fasilitas komposter yang digunakan pun terbilang mumpuni, dengan kapasitas 50 kilogram dalam satu kali siklus 8 jam untuk menyulap limbah organik menjadi kompos siap pakai.

Baca Juga: Dampak Pembatalan Penerbangan, Terminal Mengwi Terima Lonjakan Penumpang

Sementara itu, dari sisi sirkular ekonomi, sebanyak 114 kilogram sampah anorganik yang bernilai jual telah berhasil disalurkan ke Bank Sampah BRC. Melalui proses hulu-hilir yang terintegrasi ini, PLN UPT Bali sukses mengelola dan membatasi jumlah sampah residu yang harus berakhir di TPA yang awalnya timbulan sampah yang dihasilkan sekitar 4,8 ton menjadi sekitar 4,59 ton.

Ke depannya, PLN UPT Bali berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan dan budaya memilah sampah di lingkungan kerja, memastikan bahwa energi bersih dan kelestarian alam Bali senantiasa berjalan beriringan.

 

Editor : I Putu Mardika
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bali organik sampah