20 PJU Mati per Desa Ditargetkan Menyala Tahun Ini, Garansi Lampu Diperpanjang 7 Tahun

I Putu Mardika • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:33 WIB
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turun langsung meninjau proses penggantian PJU di Desa Mendoyo Dangin Tukad. (ist)
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turun langsung meninjau proses penggantian PJU di Desa Mendoyo Dangin Tukad. (ist)

BALIEXPRESS.ID-Pemerintah Kabupaten Jembrana menargetkan sedikitnya 20 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mati di setiap desa dan kelurahan dapat kembali berfungsi tahun ini. Perbaikan infrastruktur penerangan tersebut menjadi perhatian Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Bupati Kembang bahkan turun langsung meninjau proses penggantian PJU yang menjadi kewenangan Pemkab Jembrana di Desa Mendoyo Dangin Tukad.

Pada APBD Induk 2026, setiap desa dan kelurahan telah mendapatkan alokasi perbaikan 10 titik PJU. Penentuan titik yang diperbaiki diserahkan kepada pemerintah desa dan kelurahan melalui mekanisme musyawarah, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan keterbatasan anggaran.

Pemkab Jembrana selanjutnya menargetkan tambahan minimal 10 titik PJU di setiap desa dan kelurahan melalui APBD Perubahan 2026. Dengan demikian, total terdapat sekitar 20 titik PJU yang ditargetkan diperbaiki di masing-masing wilayah.

“Tahun ini untuk pergantian lampu penerangan jalan umum, tiap desa mendapat 10 titik di awal, dan 10 titik lagi pada anggaran perubahan,” ujar Bupati Kembang.

Baca Juga: Tujuh Siswa Jembrana Lolos Nasional OSN dan FLS3N, Dua Bawa Pulang Medali Perunggu

Dalam peninjauan tersebut, Kembang juga mengecek spesifikasi teknis lampu yang digunakan agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Untuk meningkatkan ketahanan dan masa pakai PJU, dia meminta penyedia menambah masa garansi dari lima tahun menjadi tujuh tahun.

Tidak hanya mengganti lampu yang mati, Bupati Kembang juga meminta pekerjaan tersebut dibarengi dengan penataan kabel yang sudah tidak digunakan di sejumlah tiang listrik.

“Sambil mengganti lampu yang mati, saya juga minta untuk merapikan kabel internet yang sudah tidak berfungsi,” tegasnya.

Menurutnya, perbaikan PJU tidak hanya berkaitan dengan penerangan jalan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas atau melintas pada malam hari.

Penataan kabel yang tidak lagi digunakan juga diharapkan membuat kondisi lingkungan menjadi lebih rapi dan tertata. Dengan program tersebut, Pemkab Jembrana menargetkan peningkatan kualitas penerangan sekaligus estetika lingkungan di wilayah pedesaan.

Pemkab Jembrana berharap program perbaikan PJU dapat berjalan merata di seluruh desa dan kelurahan sehingga titik-titik jalan yang sebelumnya minim penerangan dapat kembali terang. (tor)

Editor : I Putu Mardika
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan penerangan jalan umum (PJU) apbd jembrana