Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Anak Hilang, Tanya ke Paranormal, Gagal Ditemukan Baru Lapor Polisi

I Putu Suyatra • Kamis, 3 Agustus 2017 | 16:33 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Dua orang nelayan dilaporkan hilang sejak Minggu (30/7) lalu. Mereka adalah Husni, 32 dan rekannya Abdul Wahid, 25. Keduanya merupakan warga Dusun Bunut Panggang, Desa Kaliasem Kecamatan Banjar. Dua nelayan tersebut melaut di wilayah Perairan Buleleng.


Berdasarkan penuturan, Hunaini, 63 jika anaknya Husni pergi melaut bersama temannya Abdul Wahid, berangkat sejak Minggu (30/7), sekitar pukul 05.00 pagi. Seperti biasanya, semestinya Husni pulang melaut sekitar pukul 22.00. Hanya saja, hingga pukul 23.00 anaknya tak kunjung pulang.


“Setahu saya, jam 5 pagi dia berangkat, itu sudah menjadi kebiasaan jam berangkat melaut. Saat berangkat melaut dia juga tak pamitan. Karena biasanya baliknya hari itu juga, tapi malam, ya sekitar jam 10 malam lah. Ternyata sampai jam 11 malam ditunggu juga tak kunjung pulang,” ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu (2/8) siang.


Malam itu juga, Hunaini mencoba menghubungi anak sulungnya itu melalui sambungan telepon. Tetapi, saat dihubungi justru HP yang biasa dibawa oleh Husni untuk melaut masih tertinggal di rumah. Kepanikan semakin menjadi-jadi. Ia pun berusaha mencari tahu kepada rekan-rekannya yang sesama nelayan. Tetapi para nelayan tak ada yang mengetahui kemana arah anaknya melaut.


“Biasanya anak saya melautnya di perairan Kaliasem. Mereka mancing. Jukung (perahu, Red) yang dipakai itu milik Daman, ponakan saya. Warnanya hijau putih. Mereknya Peterpan. Itu yang biasa dipakai melaut. Kondisi Jukungnya masih bagus, mesinnya juga masih baru. Saya sempat hubungi ternyata Hp-nya ketinggalan di rumah. Biasanya dia bawa HP, tapi kali ini Hp-nya ketinggalan di rumah,” imbuh Hunaini.


Keesokan harinya, Senin (31/7) Hunaini tak langsung melaporkan situasi itu kepada pihak Kepolisian. Dirinya malah menanyakan kondisi anaknya melalui beberapa paranormal. Dari penjelasan paranormal dikatakan jika anaknya masih hidup. Hanya saja posisinya berada barat laut, perbatasan antara laut Bali dan laut Pulau Madura.


“Saya langsung cari paranormal, melalui telepon, kebetulan Paranormal itu teman saya di Jawa. Dari sana (Jawa, red) saya dapat petunjuk, kalau anak saya masih hidup. Cuman posisinya ada di barat laut” bebernya.


Nelayan setempat pun langsung membantu melakukan pencarian. Tetapi tak membuahkan hasil. Barulah Hunaini langsung melaporkan kepada pihak Kepolisian, pada Selasa lalu (1/8). “Setelah dicari oleh teman-teman nelayan, ternyata tidak ketemu. Langsung saya melaporkan ke Polisi agar mendapat bantuan untuk pencarian,” katanya.


Hunaini memprediksi jika anaknya hilang akibat cuaca buruk, sehingga perahunya sulit dikendalikan. Pasalnya ia menilai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir menjadi penyebab anak sulungnya hilang bersama temannya.


“Saya prediksi ini akibat cuaca buruk yang terjadi. Kalau di dalam laut biasanya anginnya bisa tiga kali lebih kencang dari yang ada di pesisir pantai,” ucapnya.


Kalau sekali melaut, sambung Hunaini anaknya bisa mengantongi pendapatan bersih hingga Rp 500 ribu. Ia pun mengaku jika anaknya (Husni, Red) itulah yang menjadi tulang punggung keluarga. “Sekali melaut bisa dapat Rp 500 ribu. Anak saya ini ulet sekali orangnya, hampir setiap hari dia melaut kecuali Jumat. Ikan hasil pancingannya biasanya dijual. Dia yang jadi tulang punggung keluarga. Karena saya sudah jarang melaut,” jelasnya.


Sementara itu, hingga Rabu (2/8) kemarin pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Buleleng bersama 6 perahu nelayan stempat belum membuahkan hasil. Tim SAR melakukan pencarian berangkat dari wilayah Celukan Bawang. Pencarian pun masih berkutat di wilayah perairan Buleleng



“Dari tim SAR ada lima personel yang dikomandani Kepala Pos SAR Buleleng, Made Neksen. Sedangkan nelayan ada 6 perahu yang sudah bergerak. Kalau jumlah personelnya hingga 15 orang. Pencariannya sejak Selasa,” ujar Nyoman Darma Kurniawan, Staf Bagian Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Buleleng. 

Editor : I Putu Suyatra
#nelayan hilang #buleleng