Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bikin Lomba Layang-Layang, Hasilnya untuk Renovasi Pura Prajapati

I Putu Suyatra • Senin, 4 September 2017 | 16:54 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, GIANYAR – Belega Layang-Layang Club (BALAC) melaksankan lomba layang-layang Sabtu (2/9) di Pantai Masceti, Blahbatuh, Gianyar. Ratusan peserta ikut ambil bagian pada lomba yang sudah menjadi even rutin sejak lima tahun lalu itu.


I Komang Elen Juniadi selaku Ketua Panitia BALAC mengungkapkan, pada event kali ini pihaknya mengambil tema Karma Tanpa Pala Aku Palania, yang bermakna berbuat ketulusan tanpa berharap imbalan. Karena itulah, event ini pun digelar tanpa ada target laba, lantaran seluruh hasil lomba sepenuhnya akan diupayakan menjadi punia dalam upaya merenovasi Pura Prajapati di Desa Belega.


“Jadi sesuai tema itu, kami ingin even ini digelar dengan ketulusan tanpa berharap hasil sebagai sebuah ketulusan abadi. Karena itu, kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya pada teman-teman yang sudah ngayah selama tiga bulan terakhir untuk menyukseskan festival ini,” ucapnya.


Dipaparkan, dalam lomba ini secara umum dibagi menjadi tiga kategori. Yakni kategori remaja dengan jenis layangan Bebean dan Pecukan dan berukuran lebar maksimal 320 cm, dengan jumlah peserta 248 layangan. Lalu ada kategori anak-anak untuk tingkat SD dan SMP dengan jenis layangan kreasi bebas. Sedangkan untuk kategori terakhir yakni kategori dewasa, yang melombakan empat jenis layangan yakni bebean, pecukan, janggan, dan layangan kreasi, dengan ukuran lebar maksimal 4.500 cm. Untuk kategori ini jumlah peserta yang ikut ambil bagian mencapai 528 peserta.


Dikatakan, untuk kriteria penilaian sendiri, juga meliputi beberapa hal, seperti elog, kerapian, guangan, hingga keharmonisan. Selain itu, dalam lomba ini pihak panitia juga memberlakukan diskualifikasi, jika ukuran layangan melebihi dari yang sudah diputuskan. “Poin terpenting lainnya, penilaian tidak dilakukan pada saat dinaikkan dan diturunkan saja. Tapi juri-juri juga akan mengintai peserta saat berada di jalan raya. Ini kami lakukan, untuk memastikan semua peserta agar bersama-sama menjaga ketertiban di jalan raya,” imbuhnya.


Lebih lanjut Elen Juniadi menuturkan, BALAC sendiri merupakan wadah silaturahmi diantara penghobi layangan dan masyarakat umum. Langkah ini dilakukan dalam upaya mempertahankan budaya gotong royong sekaligus menjaga kelestarian budaya tradisional Bali. Karena seperti harapannya, dengan kegiatan ini tak hanya bisa belajar arti sebuah budaya, tapi juga memadukannya dengan sportifitas dalam persaingan dalam sebuah lomba.


Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra yang membuka lomba tersebut mengatakan, rasa salut atas semangat komunitas BALAC dalam menggelar festival layang-layang. Karena seperti katanya, sebuah festival budaya juga memiliki peranan penting dalam menjaga citra pariwisata. Oleh sebab itu, Pemkab Gianyar pun selalu siap membantu setiap ajang festival yang digelar, termasuk festival layang-layang digelar BALAC. Karena itu tahun depan dia berharap festival ini dapat digelar dengan lebih meraih, dan dikemas dengan lebih heboh.


Sebab seperti katanya, pihaknya menginginkan supaya even ini bisa juga melibatkan unsur Dinas Pariwisata Gianyar, dalam upaya promosi ke hotel-hotel dan akomodasi pariwisata lainnya. Sehingga wisatawan pun bisa menyaksikan langsung festival layang-layang, sekaligus mengenal budaya tradisional yang dimiliki Bali. “Nanti saya akan tugaskan Diparda untuk mengkaji konsep tersebut. Karena saya optimis pasti beliau mampu, jika serius kerja,” ucapnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#gianyar