BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Polsek Banjarangkan, Klungkung menghentikan turnamen ceki yang digelar di Balai Banjar Kertha Saba Mandala, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Minggu (3/9) kemarin. Turnamen ini diadakan dalam rangka penggalian dana untuk pembangunan Pura Dadia Pulasari, Desa Negari.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Banjarangkan, AKP Ni Luh Wirati membenarkan dihentikannnya turnamen tersebut. Pasalnya, saat ditelusuri, kegiatan itu tidak mengantongi izin keramaian. “Bahasanya bukan membubarkan. Tapi menghentikan sementara karena tidak mengantongi izin keramaian. Kalau semua izin dipenuhi, silahkan,” ujar Wirati kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Wirati pun menegaskan bahwa saat polisi datang, kegiatan tersebut tak ada unsur judinya. Kegiatan itu murni olahraga ceki. Hanya saja, tegas dia lagi, izin keramain tidak dikantongi panitia.
Pihak panitia penyelenggara, menurut Wirati, memang sempat ke Polsek Banjarangkan sebelum menyelenggarakan kegiatan tersebut. Namun bahasanya hanya menyampaikan prmakluman, tidak ada mengurus izin keramaian. “Sebenarnya kasihan juga dihentikan karena itu kegiatan olahraga, bukan judi. Jadi karena tidak ada izin, ya, terpaksa disuruh berhenti. Silahkan lengkapi izin dulu, sesuai prosedur,” sarannya.
Wirati menerangkan, jika kegiatan tanpa izin itu dibiarkan, maka bisa jadi preseden buruk penegakan keadilan di wilayah hukum yang dipimpinnya. Penghentian itu juga sebagai antisipasi gejolak di masyarakat. “Bisa saja nanti ribut, ada komplain. Sebelum itu terjadi, kami upayakan pencegahan. Kalau semua sudah dilengkapi, kami persilahkan,” tegas polisi asal Denpasar, itu.
Sementara itu, terkait turnamen ceki kemarin, I Wayan Sudiana selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa turnamen itu untuk penggalian dana pembangunan Pura Dadia Pulasari di Desa Pakraman Negari. Jumlah peserta kemarin dibagi menjadi 20 kelompok. Tiap kelompok berjumlah 5 orang. Pemenang masing-masing kelompok ditentukan dari banyaknya memperoleh poin. Jika dalam satu meja terdapat point yang sama, maka akan diadakan pertandingan kembali untuk menentukan pemenang. “Peserta turnamen dikenakan biaya uang pendaftaran 100 ribu rupiah. Peserta turnamen berasal dari masyarakat Desa Negari,” ujar Sudiana sebagaimana dikutip dari rilis Humas Pemkab Klungkung.
Editor : I Putu Suyatra