BALI EXPRESS, SINGARAJA – Polsek Singaraja Senin (16/10) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Ketut Mahardika alias Kelet, 50 terhadap korban Gede Sudiarta alias Botak, 31. Ada 24 reka adegan di dua tempat berbeda yang dipergakan selama proses rekonstruksi dari kasus pembunuhan Minggu (1/10 ) pekan lalu.
Pengamatan Bali Express di tempat rekonstruksi, tersangka Kelet turun dari mobil tahanan sekitar pukul 10.00 Wita. Tersangka langsung digiring ke TKP yang merupakan rumahnya sendiri, di Jalan Pulau Belitung, nomor 19, Kelurahan Kampung Baru. Ia dikawal sejumlah petugas gabungan dari Polsek Kota Singaraja dan Polres Buleleng.
Saat rekonstruksi, peran almarhum Botak digantikan salah seorang anggota kepolisian Polsek Kota Singaraja, Bripka Kadek Mas Indra. Adegan pertama diawali dengan kedatangan Botak bersama rekannya Kadek Sujana alias Gombloh di rumah milik Kelet. Usai memarkir motornya, Botak dan Gombloh bergegas duduk di sebuah kursi yang terletak tepat di depan halaman rumah Kelet.
Kala itu, keduanya tengah menunggu Kelet yang memang sedang tidak ada di rumahnya. Berselang beberapa menit, Kelet akhirnya tiba di rumahnya dengan mengendarai mobil. Kelet langsung mengajak Botak untuk masuk ke rumahnya. Sedangkan saksi Kadek Sujana tetap menunggu di depan rumahnya
Nah cekcok antara Kelet dan Botak dimulai pada adegan ke tujuh. Sebelum ditebas menggunakan pedang, keduanya terlibat aksi saling dorong di kamar suci. Hingga akhirnya Kelet mengambil pedang sepanjang 55 cm dengan maksud untuk menakut- nakuti korban. Namun korban pun berusaha merebut pedang tersebut dari tangan Kelet.
Adegan tarik menarik pedang diantara keduanya pun tak terhindarkan, hingga mengakibatkan tangan kiri Kelet terluka. Dalam adegan 11, 12 dan 13 inilah setelah berhasil menguasi pedang, Kelet langsung menebas bagian belakang kepala dan tangan kiri korban, serta menusuk bagian perut sebelah kiri korban.
Karena terdesak dan sudah bersimbah darah, Botak akhirnya lari tunggang langgang dengan maksud untuk menyelamatkan diri. Ia lari ke arah barat. Sedangkan Gombloh yang sebelumnya menunggu di luar rumah juga ikut, melarikan diri ke arah timur.
Menariknya, usai melukai korban, Kelet meminta bantuan kepada Sakdiah, 60, (wanita yang menempati rumah Kelet) untuk mengobati luka pada tangannya akibat berebut pedang. Proses pengobatan ini juga disaksikan Arif Aminulah alias Arif, seorang pemuda yang ikut tinggal bersama Kelet di rumah tua tersebut.
Bahkan Kelet minta Arif agar dirinya segera mengeluarkan mobil, mencari Botak untuk dibawa ke rumah sakit. "Bawa dah mobilnya. Bantu dia (Botak,red) ke rumah sakit," pinta Kelet kepada Arif.
Selanjutnya rekonstruksi di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Kampung Baru, Buleleng, korban yang masih diperankan oleh Bripka Kadek Mas Indra memperagakan adegan sedang berlari, sambil memegang perut sebelah kirinya.
Botak pun jatuh hingga tak kuat bangun lantaran, tubuhnya kehabisan darah. Kejadian ini pun disaksikan banyak orang. Melihat Botak jatuh tersungkur, saksi Arif kemudian datang dengan membawa mobil pick-up milik Kelet, lalu melarikannya ke RSUD Buleleng.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma yang ditemui usai melakukan rekonstruksi mengatakan pihaknya akan segera mengirimkan BAP ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti.
Terkait masalah narkoba yang menjadi pemicu keduanya melakukan cekcok, Kompol Wiranata Kusuma memastikan akan menyerahkan kasus narkoba ke Kasat Resnarkoba Polres Buleleng. "Untuk masalah narkobanya, nanti pengembangannya akan ditindak lanjuti Kasat Narkoba Polres Buleleng. Mereka sedang melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan dalam waktu singkat, tersangka bisa dilimpahkan ke Kejaksaan," imbuhnya.
Editor : I Putu Suyatra