Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Antar Orderan Gofood, Driver Gojek Dianiaya Bule

I Putu Suyatra • Selasa, 31 Oktober 2017 | 15:25 WIB
Antar Orderan Gofood, Driver Gojek Dianiaya Bule
Antar Orderan Gofood, Driver Gojek Dianiaya Bule

BALI EXPRESS, DENPASAR - Seorang driver gojek, Ahmad Dwi Budiana Zaenuddin, 29, asal Magelang, Jawa Tengah menjadi korban kebrutalan seorang warga negara asing (WNA) yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Kejadian tersebut terjadi saat korban bermaksud mengantar orderan makanan dari salah satu bule perempuan yang mengaku bernama Niki Sabtu dini hari (28/10) sekitar pukul 04.30 Wita di Banjar Umalas gang Buntu, Kerobokan, Kuta Utara.


“Niki ini mengorder makanan Burger King dan lokasinya di tempat tersebut.  Tepatnya di sebelah gang kirinya Angga Loundry kan ada gang masuk,. Itu masuk dan gerbang rumah berwarna hijau. Sesampainya di lokasi untuk mengantar pesanan, saya juga menunggu lama hingga 40 menit,” terang korban kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Senin (30/10) kemarin.


Sesampainya di lokasi pria yang kerap dipanggil Didik tersebut berusaha menghubungi Niki. Karena menunggu cukup lama dan tidak ada jawaban, korban sempat membunyikan gembok gerbang rumah untuk kembali memberi tanda bahwa orderannya telah sampai.


“Sampai di lokasi saya nelpon Niki tak dijawab. Lalu saya membunyikan gembok pintu gerbang tek tek tek tapi juga tak ada jawaban. Saya tetap menunggu lama karena juga makanan pesananya diatas Rp100 ribu lebih,” terangnya.


Setelah empat puluh menitan menunggu, justeru melihat laki-laki bule keluar dari rumah tersebut sembari membawa tongkat kayu sepanjang 2 meteran. Pria bule tersebut menyuruh korban pergi dengan menggunakan kata-kata kasar. Karena atas pertimbangan orderan, korban tetap bersi kukuh menunggu Niki. Namun pelaku justeru berusaha memukuli korban dan menusuk-nusuk korban dari balik gerbang menggunakan kayu tersebut. “Dia bilang get out fuck from my house,” tirunya.


Pengakuan korban, sempat menjelaskan bahwa korban datang untuk mengantar makanan dengan pengorder bernama Niki. Namun tetap saja pelaku tidak mau mendengarkan penjelasan korban hingga terus berusaha memukul korban. “Dia bilang kata - kata kotor ke saya dan tetap menyuruh saya pergi. Meskipun saya sudah menjelaskan tujuan saya. Sambil memukul membabi buta ke arah badan saya. Sementara kondisi saat itu memang saya tidak melawan. Hanya menangkis saja,” terangnya.


Tak berselang lama, pelaku terlihat kembali ke dalam rumah sembari mengatakan wait for few minutes dengan nada yang kasar. “Saya pikir memberitahu Niki bahwa orderannya sudah datang, eh malah mengambil kunci pintu gerbang lalu keluar dan memukuli saya menggunakan tokatnya. Pelaku menyerang saya di bagian wajah dan kepala,” jelasnya.


Dengan jarak satu meter pelaku menganiaya korban, tanpa basa-basi terus memukuli sambil menusuk memakai tongkat hingga tongkat kayu tersebut patah menjadi tiga. Korban berusaha menangkis serangan tersebutdan tetap menjelaskan maksudnya. Namun pelaku tetap menggebuki korban dan menusuk korban dengan patahan kayu dan korban juga mendapatkan berbagai pukulan disekujur tubuhnya.


Pelaku baru berhenti ketika korban mengatakan tangannya patah. Namun tidak berselang lama pelaku kembali memukuli kepala korban. “Saya pikir lukanya tidak terlalu serius, dan saya balik ke lokasi ngumpul bersama teman-teman di Burger King Seminyak yang dekat Circle K tersebut. Namun sampai di lokasi kedua tangan saya tidak bisa digerakkan sama sekali. Tangan kiri saya tidak bisa diangkat karena tulang keringnya patah,” jelasnya.


Sebelumnya akhirnya korban memilih pergi, motor juga ditendang dan tetap memaki-maki korban. Lalu rekannya Kadek Sugiarta mengantarnya ke rumah sakit Mangusada Badung dan kantor kepolisian untuk melapor kejadian tersebut. Korban menderita sejumlah luka lebam dan tangan kirinya patah akibat menangkis pukulan tongkat kayu yang dilayangkan bertubi-tubi kearahnya. Kini tangannya kirinya di gips untuk sementara waktu hingga nantinya tiba waktu operasi. 


“Hasil visum memar dipaha, pantat, tangan kiri dan kanan, di muka dan pundak juga memar. Tangan kiri saya juga patah,” terangnya.


Setelah menjauh dari tempat tersebut, korban baru sadar handphone Xiaomi Note 3 yang disimpannya didalam tas pun telah hancur. Salah satu petugas kepolisian juga sempat mengantarnya ke TKP. Saat di TKP itulah salah satu penjaga villa mengatakan bahwa memang bule tersebut kasar dan kerap melakukan penganiayaan, bahkan kepada tamu di Villa tempatnya bekerja.


Sementara itu Niki dikatakannya baru menghubungi kembali orderan tersebut sekitar pukul 11.00 wita. “Niki mengaku baru bangun dan justeru meminta di cancel orderannya,” terangnya.


Sedangkan pihak Kepolisian Sektor Kuta Utara, Kanit Reskrim Iptu Ika Prabawa Kartima Utama membenarkan kejadian tersebut. “Masih dilakukan penyelidikan, karena kabarnya korban juga sempat memanjat tembok rumah pelaku. Nanti kami informasikan lagi,” terangnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#penganiayaan #badung