BALI EXPRESS, AMLAPURA - Seorang warga I Ketut Widiarta, 43, asal Dusun Putung, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem ditemukan tewas terlentang di kebun milik I Ketut Winten di Dusun Pedukuhan, Desa/Kecamatan Rendang, Jumat kemarin (5/1). Winten yang pertama kali menemukan mayat itu mengira orang gila (orgil) yang sedang tidur di kebunya. Ternyata korban sudah tak bernapas.
Pihak kepolisian belum berani memastikan penyebab kematian warga tersebut. Kapolsek Rendang, Kompol I Nengah Brata sebatas meyakinkan bahwa hasil pemeriksaan medis tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena kelelahan. “Mungkin saat jalan dia kelelahan, kemudian pingsan dan lama tidak dapat pertolongan, sehingga meninggal dunia,” ujar Kompol Brata.
Berdasar keterangan pihak keluarga, mantan kapolsek Bebandem, Karangasem ini mengungkapkan bahwa korban dalam kondisi sehat sebelum akhirnya ditemukan tergeletak di kebun itu sekitar pukul 08.00. “Katanya tidak ada riwayat penyakit apa. Yang jelas tidak ada tanda-tanda kekerasan,” tegas polisi dengan satu melati di pundak itu kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Informasi yang didapat koran ini, korban menghilang sejak Kamis malam. Berawal saat pamitan membeli rokok ke warung sekitar pukul 18.00. Namun larut malam tak kunjung pulang. Pihak keluarga pun dibuat bingung. Sempat dihubungi melalui melalui sambungan telepon, terdengar nada sambung namun tak direspon. Sempat juga dilakukan pencarian, tapi hasilnya nihil. Kekhawatiran keluarganya terjawab setelah mendapat kabar penemuan mayat di Pedukuhan sekitar 200 meter dari rumahnya.
Sementara Winten yang pertama kali menemukan mayat di kebunnya menuturkan bahwa saat ditemukan korban masih memegang sandal. Kaget melihat sesosok mayat, Winten menyampaikan temuan itu kepada warga lainnya, Mangku Berata. Mereka bersama-sama memastikan kondisi mayat tersebut. Dari mulut keluar busa, dan sedikit keluar darah dari hidung dan telinga korban.
Editor : I Putu Suyatra