BALI EXPRESS, DENPASAR – Pada tahun 2017 di Kota Denpasar minat membaca masyarakat sudah meningkat. Hal itu dapat diperoleh dari data yang mengunjungi perpustakaan baik dari kaum pelajar maupun warga lainnya. Hal ini juga didukung program perpustakaan keliling (Pusling) di sekolah dan lapangan di sekitar Kota Denpasar.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, I Putu Budiasa mengaku membuat program tersebut untuk menumbuhkan minat membaca. “Maka dari itu Pusling dilaksanakan di lapangan Lumintang, Puputan Badung, bahkan pada parkiran Taman Kota. Pelaksanaannya dilakukan pada hari Sabtu maupun Minggu kita dilaksanakan sekitar lapangan bukan di tengah lapangan,” jelasnya ketika diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) Senin kemarin (22/1).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku program yang sudah berjalan dalam seminggu dilakukan selama empat kali. Budiasa juga mengatakan ketika hujan pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi alam. Bahkan di manapun ada perkumpulan dan keramaian di sana biasanya Pusling dibuka. Sedangkan di sekolah pada jam istirahat itu biasanya dibuka dan bisa dipinjam bukunya selama seminggu.
Jika memungkinkan ia juga mengatakan Pusling akan dilakukan setiap hari. Tetapi dengan waktu selama satu jam atau lebih. Budiasa juga mengatakan setiap tahunnya terjadi peningkatan pada kunjungan yang meluangkan waktunya untuk sekedar membaca di Pusling. “Kalau setahun itu ada sekitar 4 ribu oranglah yang tercatat datang untuk mengunjungi. Sedangkan yang menjadi sasaran adalah warga yang sudah bisa membaca dan menulis,” terang Budiasa.
Budiasa mengatakan untuk mobil operasional Pusling pihaknya baru memiliki dua unit mobil saja. Tediri atas bantuan pusat satu dan bantuan Pemkot Denpasar. Ia juga mengatakan melihat dari minat membaca masyarakat sekarang tidak ada permasalahan terkait mobil tersebut.
Pada tempat yang sama salah satu pengunjung perpustakaan, I Made Arya Gemilang menjelaskan baru pertama kali mengunjungi perpustakaan. Dirinya juga mengatakan tujuannya ke sana hanya sekedar coba-coba saja. Dikarenakan pada masa liburan sehingga ia tidak ada tugas kampus. “Ini kebetulan lewat saja, ini juga saya pertama kali datang ke sini untuk baca-baca buku saja. Sekalian juga mau bikin kartu perpustakaan agar nanti bisa meminjam buka di sini ketika ada tugas,” terang pria asli Abiansemal, Badung tersebut.
Gemilang juga mengungkapkan ketika ada perpustakaan keliling di lapangan ia sering mengunjunginya. Tetapi ia hanya berharap ketika ada Pusling dilakukan dengan waktu yang lebih lama. “Kalau sekarang hanya dilakukan tidak salah hanya satu jam saja. Mungkin nantinya bisa diperpanjang menjadi dua sampai dua setengah jam agar pembaca tidak tergesa-gesa memilih buku di sana,” imbuh mahasiswa UNUD tersebut.
Editor : I Putu Suyatra